Tragedi stadion Kanjuruhan Kota Malang mendapat sorotan dari publik Indonesia. Perhelatan liga satu antara Arema FC melawan Persebaya, berakhir tragedi denag menelan korban memilukan mayoritas anak-anak muda. Sumardi Evalue Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP KNPI mendesak adanya penguatan tuntas tragedi Kanjuruhan Minggu malam kemarin (1/22).

Bang Sumardi menyatakan belasungkawa, ” Tentusaja kami dari DPP KNPI mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban atas kejadian Tragedi yang memilukan ini”.
“Tragedi 1 Oktober 2022 di stadion kanjuruhan malang ini tidak boleh terulang terulang kembali dalam even olahraga apapun di tanah air. DPP KNPI meminta kepada Menpora, PSSI dan penyelenggara untuk bertanggung jawab atas insiden meninggalnya hampir 200 orang pasca laga arema vs persebaya. Sportifitas di arena dan diluar arena adalah kunci setiap even sport (olahraga) Menpora, PSSI & penyelenggara tidak boleh lepas tanggung jawab dalam hal ini”, tegas bung Sumardi

Hal yang paling krusial untuk di usut tuntas adalah terkait standar dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh aparat dan pihak penyelenggara, ungkap Sumardi.
Kalau kita membaca salah satu poin peraturan FIFA yakni tidak diperbolehkan membawa dan menggunakan gas air mata dalam pengamanan di stadiun sepak bola.
“Persoalan bisnis liga baik hak siar media hingga larut malam dan penyelenggara di lapangan kami minta itu di usut tuntas dan harus ada tindakan tegas jika terdapat kelalaian dalam protap pengamanan tersebut”, pungkas Sumardi.






