Jakarta, (mediaharapan.com) — Dukungan publik terhadap pengusulan Mohammad Natsir sebagai Bapak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus menguat. Hingga hari ini, sebanyak 2.270 orang telah menandatangani petisi yang mengusulkan pengakuan tersebut.
Petisi ini juga mendorong penetapan 3 April sebagai Hari NKRI, merujuk pada momentum bersejarah Mosi Integral Natsir yang disampaikan pada 3 April 1950 di parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS).
Mosi Integral Natsir menjadi titik balik penting dalam sejarah bangsa. Melalui gagasan tersebut, negara-negara bagian yang tergabung dalam RIS sepakat untuk membubarkan diri dan kembali bersatu dalam bentuk NKRI, tanpa melalui konflik bersenjata. Dengan demikian, upaya kolonial Belanda yang membentuk negara-negara federal melalui Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) berhasil dipatahkan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan dan kecakapan politik Mohammad Natsir. Selama sekitar dua setengah bulan, ia melakukan lobi intensif lintas faksi dan ideologi. Natsir mampu meyakinkan berbagai pihak untuk menempatkan persatuan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Dalam strateginya, Natsir juga menjadikan figur Soekarno–Mohammad Hatta sebagai simbol pemersatu bangsa. Ia mendorong agar seluruh pihak menerima kepemimpinan nasional di bawah Dwitunggal Soekarno-Hatta demi keutuhan Indonesia.
Presiden Soekarno sendiri mengakui peran besar Natsir. Setelah Mosi Integral berhasil, Natsir dipercaya untuk menjabat sebagai Perdana Menteri. Keputusan ini menegaskan bahwa gagasan dan langkah konstitusional yang ditempuh Natsir menjadi fondasi penting dalam penyelamatan republik.
Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini menilai peran Mohammad Natsir bukan hanya strategis, tetapi juga fundamental dalam menjaga eksistensi NKRI. Ia menjadi teladan kepemimpinan yang mengedepankan integritas, dialog, dan kepentingan nasional di atas perbedaan.
Selain itu, semangat Mosi Integral dinilai relevan hingga hari ini. Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, Indonesia membutuhkan kembali figur dan nilai-nilai integratif yang mampu merawat persatuan.
“Dukungan kita terhadap petisi sangat diperlukan di tengah ancaman disintegrasi sosial di era media sosial saat ini. Semoga semangat persatuan Mosi Integral Natsir bisa terus kita gelorakan untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa kita,” ujar Dr. Adian
Untuk mendukung petisinya, pembaca dapat langsung klik link berikut:
https://forms.gle/WXbNtiiHMbv62zzs6









