Seperti yang dilakukan Oleh sejulah Pengurus GP Ansor Pamekasan, mereka mendatangi Mapolres dalam rangka silaturrahmi sekaligus menyampaikan beberapa hal terkait menyebarnya Lambang Palu Arit, bagaimana Pihak Aparat Kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut.
Ketua GP Ansor Cabang Pamekasan, Fathor Rahman, mengatakan bahwa penyebaran logo Palu Arit itu berpotensi memprofokasi masyarakat dan memecah belah persatuan umat.
“kami meminta kepada anggota kami internal untuk melakukan pendinginan suasana,dan kami mengutuk keras segala bentuk upaya-upaya perpecah belahan masyarakat, menurut analisa kami dan berdasarkan fakta,disinyalir ada keterkaitan dengan situasi di nasional,tetapi tidak menutup kemungkinan,bahwa situasi lokal juga berpengaruh,yang saat ini terjadi dipamekasan,seperti halnya kemarin ada tokoh nasional sehingga di ambil manfaatnya.
Sepanjang analisa kami memang ada hubungannya dengan situasi nasional, ini merupakan bentuk justifikasi, kebangkitan komunis itu benar, meskipun fakta tidak benar, makanya saya bilang ini ada hubungannya dengan situasi nasional, walaupun tidak menutup kemungkinan ada politik lokal, baik di pilkades maupun kasus pemecatan BPD kemarin”. Tutur Paonk Sapaan Akrabnya.
“Polres pamekasan sudah menelusuri dan kami juga menelusuri tapi tindakan kami bukan masalah kontek tindakan hukum, tapi hanya untuk melakukan pemetaan sekaligus penyelesaian masalah. Harapan kami agar masyarakat tidak terpengaruh dan tidak terprofokasi, tetap beraktifitas sebagaimana biasanya. apabila mendapatkan informasi silahkan hubungi kami”. Tandasnya.
Terpisah. Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho saat di konfirmasi oleh sejumlah Wartawan di Stasiun Ex PJKA mengatakan, bahwa hingga saat ini pihak aparat terus melakukan Penyelidikan, dan beliau berharap bagaimana masyarakat tetap kondusif. “Bagaimana Masyarakat tidak terprovokasi” Tandasnya.
Sumber. www.jatimaktual.com






