MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Tanah Datar-Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah pun menjadi kuat. Dari itu pemerintah daerah terus berupaya melakukan terobosan untuk menggeliatkan unit usaha masayarakat berbentuk UMKM ini.
“UMKM bangkit ekonomi tumbuh dan inipun sejalan dengan program pemerintah daerah menciptakan usahawan baru di Tanah Datar dan inipun turut didukung dengan pelatihan digital entrepreunership academy pengelolaan keuangan yang dilaksanakan BBPSDMP Kominfo Medan di Tanah Datar saat ini, ucap Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM
Hal itu dikatakan Bupati Eka Putra ketika membuka secara resmi sekaligus menjadi Keynote Speaker pada pelatihan tersebut, Senin (24/01) di ballroom Emersia Hotel dan Resort Batusangkar.
Dikatakan Bupati Eka Putra UMKM harus kreatif untuk meningkatkan kualitas productnya, daya jual maupun sistim pemasarannya. Pelaku usaha harus cerdas memanfaatkan pasar teknologi sehingga pangsa pasarnya juga luas.

“Mari cerdas memanfaatkan teknologi, saya berharap para IKM kita cerdas membaca peluang pasar, memanfaatkan teknologi kalau bisa punya toko online sendiri, sehingga gampang memasarkan product dan costs juga rendah, patut kita syukuri pelatihan terhadap UMKM kita yang diberikan oleh Kominfo Medan ini sangat besar manfaatnya karena untuk wilayah Sumbar, hanya kita yang dapat Tanah Datar, “ujarnya.
Bupati Eka Putra juga menyebut jika pemda memberikan bantuan modal usaha dan bantuan peralatan, serta memberikan akses bagi UMKM dengan memberikan bantuan modal usaha melalui program yang disebut Makan Rendang dan ini juga sebagai upaya untuk mengindarkan pelaku UMKM terjerat rentenir. Dan tahun ini pemda juga mengalokasikan anggaran hampir 1 (satu) miliar untuk program makan rendang ini.
Sebelumnya Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar Abrar mengatakan pada saat pelatihan yang diikuti hampir 100 pelaku UMKM di Tanah Datar itu berdasarkan data statistik sekitar 61 persen penduduk Tanah Datar usia 10 tahun ke atas sudah memiliki alat komunikasi berbasis android.
Dikatakan Abrar sesuai arahan Bupati agar daerah-daerah yang blank spot atau tidak tercover oleh jaringan telekomuninasi yaitu Base Transceiver Station (BTS) agar dapat diupayakan terjangkau jaringan internet ini.
Abrar menyebut untuk tahun 2022 ini bersama telkomsel selaku vendor akan menambah 8 (delapan) tower lagi sehingga daerah-daerah yang blank spot akan semakin berkurang di Tanah Datar.
“Kedepan kita akan mempersiapkan taman-taman digital dengan fasilitas internet gratis bagi pengunjung, seperti Istano Basa Pagaruyung, Taman Pagaruyung dan Taman Kota Batusangkar,”ucapnya.
Sementara itu Koordinator Tata Usaha Kominfo Medan Amal Hasyim, S.Sos mengatakan ada tiga kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dihari yang sama yaitu di Kota Pekanbaru, Kota Banda Aceh dan di Tanah Datar ini.
Amal Hasyim menyebut kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman tujuh kabupaten dan kota di Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini yang mana dalam nota kesepahaman itu masing-masing kabupaten dan kota memperoleh kuota antara 5.000 s.d 10.000 peserta yang bisa ikut.
“Dimasa pandemi covid-19 ini salah satu pelajaran penting yang dapat diambil adalah terjadinya akselerasi penggunaan digital dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, kegiatan produksi maupun transaksi dan investasi,”ujarnya.
Dikatakan Amal Hasyim UMKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian hal ini tercermin dalam jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja dan lain sebagainya.
Hasyim menambahkan sebanyak 3,2 juta UMKM telah bergabung ke eksitem digital semenjak gerakan nasional bangga buatan Indonesia.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Koperindag Eri Darfizal dan Ketua TPPKK Tanah Datar yang juga Ketua Dekranasda Ny. Lise Eka Putra. (Irfan F)






