MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Guna mencegah, mengatasi dan menangani kasus-kasus pornografi dikalangan mahasiswa asing yang belajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama Republik Indonesia adakan Workshop di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar yang dibuka resmi Wakil Rektor II DR. Marjoni Imamora, Rabu (25/09) di IAIN Batusangkar.
Melalui program Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Pornografi (GTP3), workshop tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 25-27 September 2019.
Mengusung tema, “Wujudkan Mahasiswa Asing Cerdas Tolak Pornografi”, Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI ini menunjuk IAIN Batusangkar selaku tuan rumah untuk PTKIN wilayah Sumatera.
Menurut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Marjoni Imamora pada saat membuka secara resmi workshop tersebut menyampaikan jika perilaku pornografi dapat dibagi dengan beberapa kategori yaitu, pornografi antar negara, antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal serta antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar kampus.
Marjoni berharap dengan diadakannya acara workshop tersebut walau bukan pertama dan terakhir di Batusangkar, melainkan awal dan untuk selanjutnya menjadikan Batusangkar sebagai distinasi forum-forum Internasional diselenggarakan.
Untuk itu Marjoni sampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan dari Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI beserta jajarannya, para pembimbing dan peserta di lingkungan PTKIN se-Sumatera di Batusangkar Kota Budaya.
“Mudah-mudahan kehadirannya di Batusangkar ini mendapat kesan baik dan memberikan nuansa yang baru, mengingat acara workshop ini pertama kalinya Batusangkar,”ucap Marjoni.
Sementara itu Ketua Panitia Imam Ramdani, SH, MH Kepala Bagian Perencanaan dan Peraturan Perundang-Undangan menyampaikan jika IAIN Batusangkar mengikutkan sebanyak 14 orang mahasiswa luar negeri dari 71 peserta PTKIN wilayah Sumatera diantaranya UIN STS Jambi, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Syarif Kasim Pekanbaru, UIN Imam Bonjol Padang, IAIN Bukittinggi dan IAIN Bengkulu.
Imam mengulas, saat ini ditengah-tengah masyarakat banyak mengalami masa transformasi terutama pada beberapa decade terakhir ini, hal itu akibat dari mudahnya akses internet dan bertambah cepatnya koneksi jaringan.
“Ini merupakan salah satu penyebab jumlah penonton video porno bertambah banyak, situasi ini bisa mengaburkan antara realitas dan fantasi sehingga bisa merusak hubungan manusia dengan sesama dan dapat memicu perilaku yang berbahaya,”sebutnya.
“Tidak diragukan lagi di Indonesia maupun mancanegara merupakan masalah yang sangat serius, sebab dampak buruknya sudah dirasakan, berbagai tindakan kejahatan seksual belakangan ini mengapung, ternyata para pelakunya mengkomsumsi konten pornografi,”tegas Imam.
Imam menambahkan, dengan menyadari dampak pornografi tersebut pencegahan dan penangan pornografi perlu dilakukan oleh semua pihak dalam hal ini pemerintah, lembaga sosial, pendidikan, keagamaan warga atau masyarakat diantaranya melakukan sosialisasi, workshop dan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap dampak pornografi. (Irfan F)






