Cetak 939 Juta Surat Suara, KPU Kucurkan Rp 603 Miliar

Surat Suara. (Net

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Sebanyak 939.879.651 lembar surat suara pemilu serentak 2019, mulai dicetak, Minggu (20/1/2019). Untuk mencetak surat suara tersebut, KPU menghabiskan biaya sebesar Rp 603.342.100.900.

“Dalam pengadaan surat suara ini, KPU berhasil melakukan penghematan Rp 269.349.301.525,” kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi melalui pesan singkat elektronik, Minggu sore.

Penghematan tersebut, terang Pram, setara dengan 30,86 persen dari Harga Perkiraan Satuan (HPS) sebesar Rp 872.691.402.425. Jika dihitung dari pagu anggaran Rp 894.720.293.000, maka efisiensinya sebesar Rp 291.378.192.100 atau 32,57 persen.

Pram juga menambahkan, untuk waktu produksi dan distribusi surat suara itu diperkirakan sekira 60 hari. Dengan prioritas pengiriman ke daerah-daerah yang tantangan geografis berat.

“Diharapkan pada pertengahan Maret 2019 seluruh surat suara telah dikirim ke KPU Kabupaten/Kota,” urai mantan Ketua Bawaslu Banten itu.

Dengan demikian, lanjutnya, masih cukup waktu untuk melakukan penyortiran, penghitungan, pengepakan, dan pengiriman secara berjenjang. Mulai dari KPU Kabupaten/Kota ke kecamatan, Desa/Kelurahan, hingga ke TPS.

Selain itu, tutur Pram, dalam keadaan tertentu, proses produksi masih bisa dipercepat. Yakni dengan menambah jam kerja. Saat ini setiap pabrik melakukan produksi selama 16 jam per hari.

“Semua pabrik penyedia sudah berkomitmen, jika terjadi hal-hal darurat, (jam kerja) mereka masih bisa ditingkatkan menjadi 20 jam per hari,” tutup Pram.

Untuk diketahui, ada enam perusahaan pemenang lelang kertas suara pemilu secara elektronik (e-katalog). Antara lain, PT Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Balai Pustaka (Jakarta), PT Temprina Media Grafika (Gresik, Jatim), PT Gramedia (Jakarta), PT Adi Perkasa (Makassar) dan PT Puri Panca Pujibangun (Surabaya). (Cecep Gorbachev)

Comments

comments