Batusangkar, Tanah Datar, Guna memudahkan transaksi maupun berjualan secara online dan memanfaatkan peluang pasar Market Place Kemendikbud Sipla Toko Ladang terus memperluas pasar, seperti ke sekolah-sekolah dan pelaku industri UMKM, seperti halnya ke Tanah Datar.
Nurhidayati Direktur Toko Ladang mengatakan market place toko ladang ini ada beberapa seperti yang saat ini sedang digelar adalah Siplah Toko Ladang yang mana disini siapa saja dapat berjualan dan apa saja dapat dibeli di Toko Ladang.
Hal itu dikatakannya ketika Digitalisasi UMKM serta Launching Program UMKM Modal Jempol, Selasa (23/11) di Gedung Maharajo Dirajo Batusangkar.
“Semenjak tahun 2019 kita sudah tekan kontrak dengan Kementerian Pendidikan dan pada tahun 2021 ini kita dipercaya lagi kontrak kedua hingga 2023 mendatang sebagai salah satu platform market place Kementerian Pendidikan yang biasanya disebut Siplah atau Sistim Informasi Pengadaan di Sekolah dimana di semua satuan pendidikan di bawah Kemendikbud wajib melakukan transaksi di Siplah dan Toko Ladang ini salah satu dari 18 market place yang kerjasama dengan Kemendikbud,”ucapnya.
Dikatakannya Toko Ladang bersama cabang Sumatera Barat hadir dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan terlibat dalam ekositem Pemerintah Pusat dalam hal ini untuk semua transaksi sekolah diwajibkan disini, dimana Siplah adalah mall nya atau pasar dimana penjualnya adalah pihak-pihak toko atau usaha-usaha di daerah dan disini marketnya dan itu sudah ada seperti sekokah, dananya pun sudah tersedia dari Pemerintah Pusat bahkan anggarannya dalam satu tahun itu cukup besar bisa di atas 50 triliun dan untuk provinsi rata-rata 1 sampai 2 triliun.
“Kami berharap dengan kehadiran Toko Ladang di Sumatera Barat khususnya di Tanah Datar ini dapat bergandengan tangan dengan masyarakat untuk melakukan gerakan digitalisasi market perdagangan sehingga mereka dapat masuk ke era zaman sekarang untuk berjualan secara online dengan pasar yang sudah jelas,”ujarnya.
Kenapa dikatakan modal jempol, disampaikan Nur ini bisa dengan hand phone sendiri atau komputer dan laptop yang penting ada emailnya dan alamat yang jelas dan tak perlu punya toko ataupun gudang penyimpanan barang cukup dropship saja.
Hal senada juga disampaikan Ari Prima Pimpinan Toko Ladang Cabang Sumbar yang akan bersinergi dengan Pemkab Tanah Datar melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Koperindag sehingga ekosistem UMKM terdigitalisasi dengan baik di Tanah Datar dan pajaknya bisa menjadi pendapatan bagi daerah.
“Mudah-mudahan dengan adanya wadah market place ini dengan adanya Toko Ladang memfasilitasi baik product, pengiriman, pasar tentunya generasi milenial terkhusus di Tanah Datar akan mendapat peluang baru dalam berusaha, dengan modal jempol akan dapat menjadi pengusaha,” ujarnya.
Untuk UMKM didaerah dikatanya yang akan berjualan dan Toko Ladang sebagai mall dan market placenya, jadi UMKM harus tampil baik usaha kerajinan, kuliner, souvenir maupun aneka makanan khas daerah yang dijadikan buah tangan.
Pada kesempatan yang sama Ketua TPPKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra yang juga turut hadir, menyambut baik Toko Ladang yang memfasilitasi digitalisasi UMKM serta launching program UMKM modal jempol di Tanah Datar tersebut.
Ny. Lise berharap dengan adanya Platform Toko Ladang tersebut UMKM di Tanah Datar dapat berkembang dengan baik dan tentunya itu juga didukung dengan pengemasan product yang menarik sehingga punya nilai jual yang tinggi.
“Terima kasih toko ladang yang telah launching programnya di Tanah Datar dan diisi dengan seminar dengan narasumber dari Kementerian dan OPD terkait Tanah Datar sehingga ini akan menambah wawasan jajaran pendidikan maupun UMKM Tanah Datar untuk memanfaatkan platform digital sebagai wadah meningkatkan peluang pasar,”ujarnya.
Sementara itu Bupati Tanah Datar yang diwakili Staf Ahli Ekobang Nusyirwan dalam sambutan yang dibacakannya disampaikan bahwa kegiatan yang juga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa itu juga sangat efektif tidak hanya bagi jajaran pendidikan namun juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Saat ini kita memasuki era globalisasi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi meningkatkan efisiensi diberbagai bidang salah satunya Siplah atau sistim pengadaan informasi disekolah ini merupakan salah satu sistim elektronik untuk melakukan pengadaan barang dan jasa, “ucapnya.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan Nusyirwan agar dalam pengadaan barang dan jasa jangan sampai keluar dari koridor yang ditetapkan dan berhati-hati dalam bertransaksi sehingga tidak tersandung konsekwensi hukum. Dari itu diminta pihak sekolah pahami peraturan terkait Siplah ini.
Kepada UMKM juga diharapkan dari pemasaran tradisional ditingkatkan ke digitalisasi sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Menjadi UMKM Profesional dengan biaya operasional rendah dan hasil yang lebih tinggi.(Irfan F)






