MEDIAHARAPAN.COM – Polisi Diraja Malaysia mengatakan empat orang asal Korea Utara terlibat pembunuhan putra mantan presiden Korea Utara, Kim Jong Il di bandara Kuala Lumpur.
Keempat orang itu melarikan diri beberapa saat setelah Kim Jong Nam menghembuskan nafas terakhir akibat racun bereaksi cepat.
Sebelumnya seorang wanita Indonesia dan Vietnam serta seorang pria asal Korut sudah ditangkap terlebih dahulu terkait pembunuhan itu Senin lalu dan menimbulkan ketegangan diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara.
Pihak Korea Utara menolak hasil autopsi Malaysia, yang menurut Korut dilakukan tanpa disertai saksi dari pihaknya.
Amerika Serikat dan Korsel menyatakan bahwa pria 46 tahun tersebut dibunuh oleh agen dari Korut.
“Kami percaya rezim Korea Utara dibelakang kejadian ini mempertimbangkan lima tersangka (berasal dari, red) Korea Utara,” ujar Jeong Joon-Hee, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel yang menangani urusan Inter-Korea.
General Inspektur Deputi Polisi Malaysia Noor Rasyid Ismail dalam konspresi pers, Minggu (19/2), menyatakan bahwa pihak Malaysia akan bekerjasama dengan Interpol melacak keberadaan keempat orang tersebut.
“Empat tersangka memegang paspor normal, bukan paspor diplomatik,” katanya.
“Berikutnya rencana untuk mendapatkan mereka. Kami tentu saja memiliki kerja sama internasional terutama dengan Interpol, keterlibatan bilateral dengan negara yang bersangkutan, kita akan pergi melalui jalan mereka untuk mendapatkan orang-orang yang terlibat.” Terangnya.
Noor Rasyid menerangkan ke empat orang yang melarikan diri tersebut bernama Ri Ji Hyon, Hong Song Hac, O Joong Gil, dan Ri Jae Nam. (Ze)





