MEDIAHARAPAN.COM, Istanbul – Presiden Turki mengatakan sejarah tidak akan pernah melupakan genosida Srebrenica 1995, yang membantai lebih dari 8.000 orang tidak bersalah.
“Genosida Srebrenica, yang terjadi di depan mata Eropa dan merenggut nyawa 8.372 orang tidak bersalah, tidak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah,” kata Recep Tayyip Erdogan di Twitter pada Kamis (11/7/2019).
Dalam cuitannya, Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Bosnia pada peringatan 24 tahun pembantaian dan berharap ampunan Allah SWT kepada mereka yang mati syahid dalam insiden itu.
Lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia terbunuh setelah pasukan Serbia Bosnia menyerang “zona aman” PBB di Srebrenica pada Juli 1995, meskipun pasukan Belanda sudah ditugaskan untuk menjaga perdamaian internasional.
Srebrenica dikepung oleh pasukan Serbia yang berusaha merebut wilayah dari Muslim Bosnia dan Kroasia untuk membentuk negara mereka sendiri.
Dewan Keamanan PBB telah menyatakan Srebrenica sebagai “daerah aman” pada musim semi tahun 1993. Namun, pasukan Serbia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic – kemudian yang nyatakan bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida – menguasai zona PBB.
Pasukan Belanda gagal bertindak ketika pasukan Serbia menduduki daerah itu, serangan pasukan Serbia menewaskan sekitar 2.000 pria dan anak lelaki pada 11 Juli saja. Sekitar 15.000 orang Srebrenica melarikan diri ke pegunungan di sekitarnya, tetapi pasukan Serbia memburu dan membunuh 6.000 di antara mereka di hutan. (Anadolu/bilal)









