MEDIAHARAPAN.COM, Papua Barat – Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo menyebutkan pernyataan ultimatum perang yang dinyatakan oleh Goliat Tabuni, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Puncak Jaya diduga terkait indikasi dukung mendukung dalam kelompok OPM pada Pilkada di Puncak Jaya. Dirinya menjamin kondisi di Puncak Jaya, Papua aman terkendali.
“Pernyataan itu malahan kami indikasikan karena didalam kelompok Goliat ada saling mendukung kandidat dalam pilkada setempat. Situasi di Puncak Jaya atau wilayah lain, aman-aman saja,” jelasnya pada Senin (10/1).
Kodam Cenderawasih juga menyatakan tidak mendapatkan surat yang menyatakan perang dari kelompok OPM itu.
“Kalau menyatakan perang ya ke kami, bukan ke media. Kami tak menerima langsung pernyataan yang tak bisa dipertanggung jawabkan ini,” ungkapnya.
Kodam Cenderawasih mengaku walau sejumlah anak buahnya sudah menyerah dan bergabung dengan NKRI, kelompok Goliat Tabuni masih memiliki kekuatan senjata, walaupun kekuatannya sangat kecil.
“Goliat itu sudah tua dan sakit-sakitan, kami ga perlu tanggapi dia lah,” kata Teguh.
Sebelumnya, Jenderal Goliat Tabuni menjabat sebagai Pimpinan Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) mengultimatum perang terhadap NKRI. Dalam rilisnya, Goliat juga telah mengumpulkan 7 komando daerah pertahanan (Kodap) untuk perang dengan pemerintah. (ze)
Sumber : Gatra





