Haerudin Tuarita, Generasi Baru Golkar Maluku

MEDIAHARAPAN.COM,- Sebagai partai yang telah mapan, Parati Golkar terus mengalami siklus kaderisasi secara natural. Yang senior dipuncak karier, sedangkan politisi muda datang dan siap menggantikan, ibarat roda pedati yang sedang berputar.

Begitu pula dengan politisi muda Partai Golkar ini, Haerudin Tuarita, siap untuk menjaga dan meningkatkan kejayaan Golkar. Sosok yang selalu terlihat ramah dan mudah bergaul ini bisa dikatakan ‘orang Golkar tulen’ karena afiliasi politik bersama Golkar telah berlangsung lama dan konsisten.

Ia ber-Golkar dari bawah semenjak aktif di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), kemudian berlanjut ke Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kosgoro 1957. Semua ini berjalan seperti air mengalir.

Kini, alumni Universitas Darusallam Ambon ini setelah dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Provinsi Maluku, Ia bertekad partai-nya bisa kembali mendapat suara siginifikan ditengah kontestasi partai yang semakin dinamis dan kompetitif. Itulah yang membuat komunikasi dan konsolidasi terus dibangun baik dalam konteks internal maupun eksternal.

Matang di organisasi membuatnya optimis dalam melakoni profesi sebagai seorang politisi. Berharap pemilu nanti dapat menjadi ajang sirkulasi élite, dan para pemilih makin cerdas dalam menentukan pilihan politiknya.

“Ada banyak calon yang berkontestasi, dari berbagai partai politik, disinilah pemilih harus cermat menjatuhkan pilihan politik-nya. Jangan kemudian terjebak memilih politisi karbitan yang baru memoles diri jelang pemilu”, jelasnya dalam satu bincang santai dengan Media Harapan.

Berbekal pengalaman yang ada, Haeruddin memberanikan diri untuk ikut berkontestasi dalam pemilu 2019, dengan menjadi Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku, dari daerah pemilihan Maluku Tengah (Malteng), dan ada pada nomor urut 8. Partai yang mengusungnya punya pemilih tradisional yang kuat di Malteng jadi ada tradisi Golkar selalu mendapat kursi, tinggal bagaimana ini dijaga dan ditingkatkan.

Sebagai seorang organisatoris, Bang Haerudin melihat pemilu tahun depan akan menjadi ajang majunya anak-anak muda, apalagi pemilih milenial jumlahnya di atas 50 persen, ini adalah sinyalemen yang baik bagi politisi muda seperti dirinya. Dengan komposisi pemilih muda yang tinggi, harapan politisi yang relatif masih muda untuk mendapat suara anak muda juga lebih besar.

“Golkar memang benar-benar menjadikan pemilih milenial sebagai segmen pemilih potensial, anak-anak muda adalah suara rakyat yang dapat membawa perubahan, dan suara rakyat adalah suara Golkar”, tutup-nya (*)

Comments

comments