MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Tokoh Malari 74, Hariman Siregar mengatakan saat ini masyarakat memasuki fase tidak percaya terhadap pemerintah, setelah aspek hukum, ekonomi, sosial, dan keuangan tidak diterapkan dengan baik.
Hariman yang juga Ketua InDemo (Indonesian Democracy Monitor) menilai era Pemerintahan Jokowi saat ini mengalami kemunduran ekonomi dan hal itu mirip dengan penyebab pecahnya peristiwa Malari pada 15 Januari 1974 lalu.
“Kondisi sekarang ada kemunduran ekonomi. Kalau kita kembali ke negeri kita, apa yang terjadi ini kan seperti Malari. Kita cari cara bagaimana strategi pembangunan,” kata Hariman Saat menjadi Keynote Speaker dalam perayaan HUT 15 Tahun InDemo (Indonesian Democracy Monitor) yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta, Minggu (15/1/1017) pagi.
Menyikapi hal itu, Hariman menghimbau Mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk terus memantau dan mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi – JK meski saat ini pemerintah berusaha untuk membungkam para pengkritiknya.
“Waktu saya jadi ketua dewan mahasiswa (Malari), penuhi HI dan Istana. Sekarang malah disebut mahasiswa makar. Siapa yang makar? Lanjut aja,”
Hariman menilai, Pemerintahan Jokowi Alergi dan terlalu berlebihan dalam menyikapi pengkritisi kebijakan melalui media sosial sehingga terkesan tidak masuk akal.
“Mau ga mau 2017 kita lihat gimana prospek infrastruktur itu bukan cuma jalan, tapi biaya. Medsos mau dimusuhi juga. Medsos produk teknologi, produk kapitalis yang mempermudah jaringan. Itu mau dihambat lagi sama pemerintah, ga masuk akal,” tutupnya.
Hariman mendesak dan menyarankan agar Pemerintah segera menemukan solusi tepat tanpa harus mengkerdilkan sistem demokrasi yang ada sekarang. Pasalnya, gerakan moral yang mengkritik pemerintah sudah sepatutnya ditanggapi dengan bijak, tanpa ada cap makar
Perayaan Ulang Tahun InDemo ini sekaligus dalam rangka memperingati 43 tahun peristiwa Malari, acara di isi dengan diskusi publik bertemakan ‘Menyikapi Perubahan, Kebangkitan Populisme’. Acara juga di hadiri oleh sejumlah tokoh pergerakan Indonesia.
Menariknya acara yang diselenggarakan Hariman Siregar ini berbarengan dengan kedatangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke indonesia pada minggu 15 Januari 2017 kemarin dalam rangka menjalin kerjasa sama dengan Pemerintah Jokowi.
Diketahui, peristiwa Malari 74 merupakan peristiwa demonstrasi mahasiswa yang menolak masuknya modal asing ke Indonesia.
Saat itu Hariman bersama mahasiswa melakukan demonstrasi yang juga bertepatan dengan kunjungan PM Jepang Tanaka Kakuei kw Jakarta. (Erik)





