• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Indef: Laporan Penurunan Kemiskinan Versi BPS tak Relevan

"Masyarakat miskin dan hampir miskin di lapangan harus dilihat karena turunnya belum signifikan," ujar Aviliani

by Bilal
18 July 2019 14:41
in Featured, Nasional, Politik
0
Indef: Laporan Penurunan Kemiskinan Versi BPS tak Relevan

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 berjumlah 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen dinilai tidak relevan dengan angka masyarakat miskin dan hampir miskin di lapangan.

“Kemiskinan kalau dilihat dari angka bisa menurun, tapi masyarakat miskin dan hampir miskin di lapangan harus dilihat karena turunnya belum signifikan,” ujar Peneliti Indef Aviliani di sela seminar nasional yang diselenggarakan Indef di Jakarta, Selasa (16/7)seperti dilansir Republika.

Oleh karena itu, Aviliani menganggap arah kebijakan ke depan harus lebih banyak kepada insentif dibandingkan bagi-bagi uang. “Bagi-bagi uangnya cukuplah ya. Karena soal PKH, pembagian uang secara langsung tidak bisa membuat orang bergaya,” ujar dia.

Aviliani melihat memang banyak sekali persiapan jangka panjang yang harus dipersiapkan oleh pemerintah. “Terutama harus lebih fokus karena kalau tidak fokus, tidak akan ada efek jangka pendek yang menyebabkan daya beli meningkat,” ujar Aviliani.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil di atas 5 persen serta jumlah pengangguran menurun hingga mencatat angka paling rendah dalam 20 tahun terakhir. “Terakhir kemarin 9,4 persen,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, disebabkan karena suatu desain kebijakan menjaga harga dan mengurangi belanja sosial sehingga menciptakan pertumbuhan, terutama pada 40 persen rumah tangga miskin.

Menkeu mengatakan program Jokowi bukan program bagi-bagi uang saja, melainkan bagaimana memotong langsung tali generasi yang berpotensi miskin. “Masalah itu yang fundamental,” ujar dia. Menurut Menkeu, program kerja pemerintah Jokowi adalah program jangka panjang yang hasilnya baru bisa terlihat 10-15 tahun ke depan.

Munculnya kartu Indonesia Pintar, kata dia, diperuntukkan agar jangan sampai ada anak dari keluarga miskin menjadi miskin selamanya karena tidak bisa sekolah hanya karena orang tuanya miskin. Sementara memberikan Kartu Indonesia Sehat, ujar Menkeu, agar jangan sampai ada keluarga miskin, yang menurutnya lebih sering sakit, tertinggal di belakang.

“Hasilnya tidak instan, tapi 10-15 tahun ke depan ketika anak-anak tadi masuk ke pasar tenaga kerja,” ujarnya. (bilal)

Comments

comments

Tags: Angka KemiskinanBPSINDEF
Previous Post

Pemerintah Diminta Cari Informasi Komprehensif Soal Xinjiang

Next Post

Diplomat Turki Ditembak di Irak, Jasadnya Akan Dipulangkan

Bilal

Next Post
Diplomat Turki Ditembak di Irak, Jasadnya Akan Dipulangkan

Diplomat Turki Ditembak di Irak, Jasadnya Akan Dipulangkan

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Sambut Baik Klarifikasi Kemhan soal Hijab, DDII Desak Hak Mahasiswi Mundur Dipulihkan

Sambut Baik Klarifikasi Kemhan soal Hijab, DDII Desak Hak Mahasiswi Mundur Dipulihkan

24 August 2026 08:31
Kunjungi Dewan Dakwah, Presiden WADAH Malaysia Serukan Penguatan Kader dan Persatuan Serumpun

Kunjungi Dewan Dakwah, Presiden WADAH Malaysia Serukan Penguatan Kader dan Persatuan Serumpun

23 August 2026 14:45
Wamendes Harap WI Pelopori Bangun Pesantren Tahfiz Yatim dan Dhuafa di Desa

Wamendes Harap WI Pelopori Bangun Pesantren Tahfiz Yatim dan Dhuafa di Desa

22 August 2026 16:52
Gelar Muktamar V, Wahdah Islamiyah Ajak Ormas Islam Perkuat Sinergi Umat

Gelar Muktamar V, Wahdah Islamiyah Ajak Ormas Islam Perkuat Sinergi Umat

21 August 2026 23:46

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Sambut Baik Klarifikasi Kemhan soal Hijab, DDII Desak Hak Mahasiswi Mundur Dipulihkan

Sambut Baik Klarifikasi Kemhan soal Hijab, DDII Desak Hak Mahasiswi Mundur Dipulihkan

24 August 2026 08:31
Kunjungi Dewan Dakwah, Presiden WADAH Malaysia Serukan Penguatan Kader dan Persatuan Serumpun

Kunjungi Dewan Dakwah, Presiden WADAH Malaysia Serukan Penguatan Kader dan Persatuan Serumpun

23 August 2026 14:45
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia