MEDIAHARAPAN.COM – PBB mengutuk tindakan Israel atas pembongkaran secara paksa sekolah dan rumah-rumah di sebuah desa di Tepi Barat.
Israel mengirimkan puluhan tentara dan memerintahkan masyarakat Badui di desa Khan al Ahmar yang terletak di dua pemukiman Israel-Palestina agar berhenti beraktivitas dan meninggalkan desa.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, hampir setiap struktur berada di bawah ancaman, yang mempengaruhi rumah dan mata pencaharian hampir sekitar 140 orang, diantaranya hampir setengahnya adalah anak-anak.
SD Khan al-Ahmar, yang dibangun pada tahun 2009 dengan dukungan internasional dan memiliki sekitar 140 murid dari masyarakat Badui sekitar adalah salah satu bangunan yang akan dihancurkan.
Robert Piper, Kordinator Bantuan dan Pengembangan PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina , mengatakan tekanan pada warga untuk pindah ke tempat relokasi yang direncanakan Israel tidak dapat diterima dan harus dihentikan.
“Seluruh keberadaan komunitas ini berada di bawah ancaman,” tambahnya seperti dikutip Independent.
“Saya sangat khawatir tekanan lanjutan Israel untuk memaksa masyarakat Badui ini pergi dari rumah mereka, menghancurkan mata pencaharian mereka dan budaya mereka yang berbeda.” Keluhnya.
“Banyak dari keluarga pengungsi Palestina telah mengalami pembongkaran rumah mereka beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir,” lanjutnya. “Saya mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan semua rencana dan praktik yang akan langsung atau tidak langsung mengakibatkan pengungsi akan dipindahkan sekali lagi.”
Koordinator Aktivitas Pemerintah dalam Kawasan (COGAT) berkata kepada The Times of Israel pemerintah Israel mengeluarkan amaran untuk tidak melanjutkan kegiatan penggusuran sampai warga diundang untuk sidang tentang bangunan perumahan mereka, Kamis (23/2) di mana mereka akan dapat menyampaikan kasus mereka.
Keputusan tersebut hanya mengulur waktu dan Aktivitas penggusuran pemukiman warga Arab akan terus berlangsung seperti yang terjadi terhadap warga Badui lainya di desa Umm al Hiran dan menimbulkan konflik berdarah antara warga dan pihak keamanan Israel. (MH029)











