MEDIAHARAPAN.COM, Bandung – Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengakui bahwa dirinya merupakan Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Pengakuan ini disampaikannya setelah ditanya wartawan mengenai kebenaran info yang tengah beredar dimedia sosial akan posisinya di LSM GMBI. Dia mengatakan keberadaanya di situ untuk membina agar GMBI beradab.
“Saya memang banyak membina. Tetapi saya membina agar mereka ini beradab. Bukan hanya satu, tapi banyak,” kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan dewan pembina GMBI atau bukan, Jumat (13/1/2017).
Pasca peristiwa penyerangan Terhadap kendaraaan dan anggota FPI pada kamis 12 Januari 2017 kemarin, di media sosial beredar dan banyak ditemukan foto-foto dirinya menggunakan seragam atribut GMBI. Dalam foto-foto yang beredar itu nampak sejumlah kegiatan GMBI yang dihadirinya.
Dari penelusuran mediaharapan.com di arsip berita media online, GMBI memang nampak aktif disejumlah provinsi di Indonesia, namun hanya GMBI Jabar yang memiliki keaktifan mencolok di media massa.
Salah satu kegiatan yang cukup menarik adalah saat Ketua Umum GMBI M Fauzan Rahman melaporkan majalah tempo ke Bareskrim Polri karena pemberitaannya tentang “Rekening Gendut Jenderal” milik Jenderal Pol Budi Gunawan yang dianggap membocorkan rahasia Bank pada medio Januari 2015 yang lansgung ditindak lanjuti oleh Polri.
Tak lama pasca bentrok, Kamis 12 Januari 2017 dinihari tadi, terjadi penyerangan dan pembakaran terhadap sekretatiat GMBI di Ciampea Bogor, dikatakan pelakunya adalah anggota FPI yang terpancing emosi setelah mendapatkan info melalui media sosial atas penyerangan terhadap rekan – rekan mereka di depan Mapolda Jabar.
Atas insiden pembakaran yang dianggap balas dendam karena tersulut berita medsos ini kemudian Mabes Polri melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rikwanto, menhimbau agar masyarakat harus dapat menahan diri dan tidak terprovokasi berita-berita medsos yang tidak jelas sumbernya.
“Tidak terpancing provokasi, tidak terpancing berita medsos yang tidak jelas sumbernya dan belum jelas kebenarannya, tidak ditelan mentah-mentah,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
Himabauan itu ditujukan kepada masyarakat Jawa Barat khususnya Anggota GMBI dan FPI yang berada di provinsi Jawa Barat. (Neo)






