Ketua Umum PP PERWATI, Asdirwati Ali, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI bersama Sekretaris Jenderal PP PERTI Zulhenri Caniago, yang dilaksanakan pada 22–23 Januari 2026 di Marlynn Park Hotel, Jakarta Pusat.
Rakernas Bimas Islam diselenggarakan sebagai forum strategis konsolidasi kebijakan dan program kerja pelayanan keagamaan umat Islam di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya Implementasi Perilaku Ekoteologis di Masyarakat.”

Rakernas dibuka oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafei, dan diikuti secara luring dan daring oleh jajaran Direktorat Bimas Islam, antara lain Ditjen Bimas Islam, Direktorat Urusan Agama Islam, Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Bina Zakat dan Wakaf, Jaminan Produk Halal, penyuluh agama, penghulu, serta perwakilan ormas Islam dari seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI menegaskan bahwa pembangunan umat ke depan harus berlandaskan nilai Islam yang holistik, mencakup kesalehan individu, sosial, dan ekologis. Pendekatan ekoteologi dinilai penting dalam dakwah dan pembinaan umat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Menteri Agama RI dalam sambutannya mengapresiasi capaian strategis Bimas Islam, khususnya dalam penguatan pelayanan keagamaan, optimalisasi dana sosial keagamaan (zakat, infak, sedekah, dan wakaf), keberhasilan Program Gerakan Sadar Nikah (GAS Nikah), penguatan bimbingan calon pengantin, serta pengembangan wakaf produktif yang berdampak pada kesejahteraan umat. Menag berharap hasil Rakernas ini dapat di implementasikan secara konsisten dan berkelanjutan di tingkat Pusat dan Daerah, dengan memperkuat sinergi, meningkatkan layanan keagamaan serta memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi umat.
Rakernas menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:
- Penguatan integrasi nilai-nilai ekoteologi dalam kebijakan dan program Bimas Islam.
- Optimalisasi peran penyuluh agama, dai/daiyah, dan ormas Islam dalam edukasi perilaku ramah lingkungan.
- Pengembangan layanan keagamaan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
- Penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
- Harmonisasi regulasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan untuk mendukung kehidupan keagamaan yang rukun dan berkeadaban.
Rakernas ditutup oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, dengan penegasan bahwa seluruh hasil Rakernas wajib dilaksanakan oleh jajaran Bimas Islam dan mitra kerja di seluruh Indonesia secara konsisten dan berkelanjutan.
Rakernas Bimas Islam 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menyiapkan dan melayani umat masa depan melalui kebijakan dan program keagamaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan serta keberlanjutan lingkungan.
Jakarta, 24 Januari 2026
Ketua Umum PP PERWATI
Asdirwati Ali










