MEDIAHARAPAN.COM, Tripoli – Komandan militer berbasis di Libya Timur, Khalifa Haftar mengadakan pembicaraan telepon dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov pada hari Sabtu (6/4).
“Khalifa Haftar berbagi informasi tentang tindakan yang diambil oleh tentara nasional Libya dalam beberapa hari terakhir yang bertujuan, seperti ditekankan, untuk mengintensifkan perang melawan kelompok-kelompok teroris dan ekstremis yang hadir di berbagai bagian negara, termasuk di wilayah ibu kota Tripoli, “demikian Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Bogdanov menegaskan kembali posisi Rusia mendukung metode politik untuk menyelesaikan semua masalah yang beredar di masyarakat Libya.
Pasukan Pro-Haftar pada hari Jumat mengklaim telah merebut bekas Bandara Internasional Tripoli di pinggiran ibukota.
Khalifa Haftar adalah mantan jenderal di era Khadafi, yang didukung Barat untuk melawan kelompok-kelompok Islamis di Libya. Pasukannya sempat membuat heboh dunia karena melakukan kejahatan perang saat merebut kota Derna dan Benghazi dari kelompok Islamis.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan: satu di Al-Bayda, yang mana Haftar terafiliasi, dan satu lagi di Tripoli. (Anadolu/bilal)





