• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen Artikel

Kinerja Ahok di Mata Kemenpan RB: Predikat CC dan Urutan Ke-18

by Media Harapan
16 January 2017 20:17
in Artikel, Opini, Politik
0

Oleh: Muchtar Effendi Harahap (NSEAS)

Belakangan ini kalangan pendukung buta Ahok (buta data, fakta dan angka) membuat kesan atau pencitraan Ahok berprestasi dan kinerja bagus sebagai Gubernur DKI. Kalaupun menurun elektabiltas Ahok dimata publik dlm pertarungan perebutan kekuasaan via Pilkada DKI 2017 mendatang, pendukung buta Ahok berkilah, hal itu  bukan karena prestasi atau kinerja Ahok jelek atau rendah, namun  karena Ahok salah ucap nista agama di Kepulauan Seribu. Bahkan, dikesankan, bagi  mereka yg nuntut Ahok dipenjarakan sebagai koruptor. Mereka juga menuduh, kelompok Islam politik gunakan issu nista Agama  utk menurunkan ekektabilitas Ahok. Padahal sebelum muncul kasus Ahok nista agama, berdasarkan semua lembaga survei, rata2 terjadi penurunan elektabilitas Ahok sekitar 5 persen. Diprediksi sampe bulan Januari 2017, elektabilitas Ahok turun terus hingga antara 15 dan 20 persen. Kini pendukung buta Ahok sibuk mengkambinghitamkan  Issue nista Agama sebagai sebab merosotnya elektabilitas Ahok bulan per bulan, bukan karena Ahok tak layak dan gagal laksanakan kebijakan urusan pemerintahan dan rakyat DKI sesuai Perda No.2 Tahun 2012 ttg RPJMD DKI. Atau karena kinerja Ahok buruk!!!

Kalangan pendukung buta Ahok ini bukan saja datang berdasarkan  “primordialisme” ras/etnis,  “kesamaan” agama dgn Ahok, tetapi juga dari “kader” terutama fungsionaris parpol pendukung  Ahok dlm Pilkada DKI 2017. 

Sungguh dari berbagai sudut, kinerja Ahok mimpin DKI tidak istimewa dan tergolong rendah atau buruk. Penilaian ini tidak saja datang dari komponen masyarakat madani, namun juga pemerintahan DKI dan Pusat. Salah satu penilaian dari Pemerintahan Pusat, yakni KemenPANRB berbasis  LAKIP. 

SESUAI Pepres  No. 47/ 2015 ttg Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), salah satu  tugas KemenPANRB yakni menyelenggarakan perumusan kebijakan serta koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang reformasi birokrasi, akuntabilitas aparatur, dan pengawasan. KemenPANRB  berfungsi al.  mengawasi 

Pelaksanaan kebijakan di bidang reformasi birokrasi, termasuk level pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota. 

Bagaimana penilaian KemenPANRB tentang pelaksanaan reformasi birokrasi (RB) di pemerintahan DKI? Inilah jawabannya?

Yuddy Chrisnandi selaku MenPANRB menerangkan hasil penilaian LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja) diikuti 77 kementerian/lembaga. Ada 7 kategori dibagi yaitu:

1. Nilai AA (0 lembaga/Kementerian).

2. Nilai  A (4 lembaga/Kem.).

3. Nilai BB (21 lembaga/Kem).

4. Nilai B (36 lembaga/Kem.).

5. Nilai CC (16 lembaga/Kem.).

6.Nilai  C (0 lembaga/Kem).  

7.Nilai  D (0 lembaga?Kem). 

KenemPABRB menilai seluruh 77 lembaga/Kementerian/ ini  sejak awal 2015 berdasarkan  LAKIP masing2 kem/Kementerian 

LAKIP disusun sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga negara  dibiayai anggaran negara agar menyampaikan LAKIP.

LAKIP   merinci pertanggungjawaban organisasi dan tanggung jawab pemakaian sumber daya untuk menjalankan misi organisasi. 

KemenPANRB membeberkan hasil penilaian “akuntabilitas kinerja”  86 Kementerian dan Lembaga. Ada beberapa menjadi indikator dalam penilaian akuntabilitas, yaitu:
1.  Penerapan program kerja.

2. Dokumentasi target tujuan.

3. Pencapaian organisasi. 

Hasilnya, Pemerintah Daerah raih nilai tertinggi di Indonesia Timur, yaitu Pemerintah Provinsi Sulut dgn predikat B (baik). Sedang Provinsi raih nilai A  hanya  DI Yogyakarta dan Jawa Timur. 

Berapa nilai diraih Pemprov DKI di bawah Gubernur Ahok? 

Sangat memalukan, Pemprov DKI dibawah Gubernur Ahok mampu raih hanya predikat CC. Predikat Pemprov DKI masih di bawah Provinsi Kalimantan Tengah. Provinsi DKI diantara seluruh Provinsi dinilai KemenPANRB hanya pd urutan ke-18 dengan nilai CC= 58. Nilai Pemprov DKI ini sama dgn nilai Pemprov Banten, Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Barat, Jambi, dan juga Papua Barat. 

Sekali lagi nilai Pemprov DKI dimata KemenPANRB sama dan sederajat dengan nilai Pemprov Papua Barat. Bahkan, dan masih di bawah Pemprov Kalimantan Tengah. Memalukan !!!
Hal ini menunjukkan prestasi Ahok dalam urusan akuntabilitas penerapan program kerja, dokumentasi target tujuan, dan pencapaian organisasi tergolong rendah tidak sebanding dgn posisi Jakarta  sbg Ibukota RI dgn sumberdaya terbesar di Indonesia. 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya tentu pada rendahnya kepemimpinan atau leadership Ahok urus pemerintahan DKI. Ahok tak mampu melaksanakan kebijakan national ttg reformasi birokrasi (RB). 

Para pendukung buta Ahok perlu memahami prestasi Gubernur berbasis regulasi (LAKIP) bukan berbaris kemauan kepentingan sendiri subyektif tanpa standar  dan kriteria sesuai regulasi. 

Predikat CC dan urut 18 di bawah Provinsi Kalimantan Tengah diperoleh Pemprov DKI pimpinan Gubernur Ahok jelas menunjukkan prestasi di bidang reformasi birokrasi tergolong jelek dan rendah tidak bisa ditonjolkan sebagai prestasi. Padahal selama ini Ahok sesumbar, menilai PNS Pemprov DKI pada maling semua, dan dia mau berantas korupsi. Bahkan, pendukung buta Ahok acap kali klaim, para pengkritik dan penentang Ahok tidak mau ” Jakarta maju” bahkan menuduh mereka sebagai koruptor. Namun, dlm realitas obyektif, lembaga negara tingkat Pusat yg punya kompetensi menilai kepemimpinan Ahok urus pemerintahan DKI, masih di bawah Kalimantan Tengah, nun jauh di Indonesia Timur dan jauh lebih rendah APBD dan juga sumber daya ketimbang Pemprov DKI. Ironis memang!!!
Jakarta, 16 Januari 2017

Muchtar Effendi Harahap


Comments

comments

Tags: AhokMuchtar Effendi HarahapPemprov DKI Jakarta
Previous Post

Surat Sri Bintang dari Dalam Penjara

Next Post

Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Muslim Indonesia

Media Harapan

Next Post
Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Muslim Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Muslim Indonesia

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia