MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelauw (IPPMAP) adalah organisasi yang sudah lama menjadi media berkumpul kamu intelektual dari Negeri Pelauw. Sepanjang eksis selama 58 tahun terakhir, organisasi kader berbasis kekeluargaan itu sudah melahirkan banyak generasi intelektual di level daerah sampai nasional.
Namun, seiring waktu berjalan, dan jumlah generasi intelektual Pelauw kian bertambah banyak, sehingga IPPMAP seperti sudah tidak leluasa untuk menampung. Kondisi itu membuat sejumlah intelektual muda Pelauw berpikir untuk mencari formulasi baru dengan membentuk organisasi baru yang bisa memayungi semua elemen lintas generasi.
Ide untuk membentuk organisasi induk itu pun langsung mendapat sambutan positif dari Raja Negeri Pelauw, Upu Latu Nusa Barakate, R.Efendy Latuconsina. “Saya pikir, organisasi induk bisa menjadi solusi. Karena, mereka yang sudah berusia lanjut, sepertinya sudah tidak layak untuk berada di IPPMAP. Karena IPPMAP biar dikhususkan untuk pemuda saja,” kata Efendy.
Pria yang juga Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku itu juga menambahkan, pembentukan organsiasi induk tersebut bisa dimatangkan dalam Mosonipi IPPMAP yang akan berlangsung di Mes Maluku, Jakarta Pusat, 20-21 Mei nanti. “Gagasan pembentukan organisasi induk ini harus dimatangkan,” jelas Efendy saat ditemui di Jakarta, dua hari lalu.
Memang, wacana pembentukan organisasi induk untuk generasi Pelauw tersebut adalah salah satu agenda penting yang akan dibahas di Mosonipi nanti. Saat ini, telah menguat salah satu nama organisasi, Kesatuan Masayarakat Adat Matasisiri atau disingkat Kemasama. “Nama organisasi ini sudah sesuai dengan era moderen saat ini,” kata M Ikhsan Tualeka, ketua Sterring Commite (SC) Mosonipi IPPMAP 2017. (Neo)






