• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Inspirasi

Malaikat Pembela Penderita Kusta Asal Grati

by Goeh
8 November 2024 21:50
in Inspirasi, Kesehatan
0
Malaikat Pembela Penderita Kusta Asal Grati

Ratna Indah Kurniawati, sang malaikat pembela penderita kusta. (Ist)

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, Pasuruan – Ratna Indah Kurniawati, masih berstatus perawat muda di Puskesmas Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Namun, tidak menyurutkan hatinya untuk membela para penderita kusta. Ratna menyadari benar apabila diskriminasi pada penderita kusta akibat edukasi yang belum merata. Masih banyak orang yang belum paham apabila penularan kusta itu perlu waktu yang lama.

Perempuan kelahiran  23 April 1980 ini pun blusukan ke kampung-kampung mencari penderita kusta yang mengucilkan atau dikucilkan. Pengabdian Ratna dimulai pada tahun 2008 ketika diangkat sebagai ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) di Grati. Data Kemkes yang menyatakan Indonesia berada di urutan 3 penyumbang kasus kusta membuat perawat ini makin termotivasi untuk mengedukasi masyarakat.

Ratna tak hanya mengedukasi secara teori, tapi juga melakukan berbagai hal untuk menyentuh sisi emosi. Selain memberikan bantuan pengobatan dan pengetahuan, Ratna juga melakukan pendekatan sosial, seperti melalui pengajian dan pertemuan. Saat di KPD ada pertemuan ia tak segan makan bersama dengan penderita kusta. Hal ini ternyata mendapat simpati dari masyarakat.

Mereka jadi turut mau bergabung dan percaya jika penularan kusta itu tidak instan. Tidak berhenti di situ, Ratna juga membimbing para penderita kusta agar dapat hidup mandiri. Ia memberikan pelatihan dan motivasi agar mereka memiliki usaha sendiri. Seperti halnya Pak Amat yang menderita kusta tahun 1997. Pak Amat kehilangan jemari akibat penyakit yang dideritanya. Berkat bimbingan Ratna, Pak Amat jadi punya usaha sendiri.

Usaha yang dimilikinya ini bisa menghasilkan berpuluh kilo jangkrik setiap bulannya. Berkat kegigihan serta pengabdiannya, Ratna menerima penghargaan Astra SATU Indonesia Awards 2011. Ratna juga berhasil mengadakan penyuluhan tentang kusta di berbagai tempat, seperti balai desa, sekolah, dan juga pondok pesantren. Stigma masyarakat terhadap kusta memang jadi pekerjaan rumah.

Dan tanggung jawab ini bukan untuk ditanggung oleh salah satu pihak saja. Butuh kerjasama dan kolaborasi dari berbagai elemen seperti masyarakat, pemerintah, serta komunitas agar edukasi tentang kusta dapat merata. Bila dilakukan bersama pasti bisa. Karena para penderita kusta dan OYPMK juga berhak mendapat perlakukan yang sama. Berhak mendapatkan pekerjaan pula. Semangat untuk hari ini dan masa depan. Semangat demi Indonesia yang lebih maju dan terdepan. (Ananda Maulana)

Comments

comments

Tags: gratijawa timurkustaPasuruanperawat
Previous Post

Sanggar Belajar Anak Serdang Bedagai Ajak Warga Mandiri

Next Post

Desa Boja Melek Sastra

Goeh

Next Post
Desa Boja Melek Sastra

Desa Boja Melek Sastra

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia