MEDIAHARAPAN.COM, Ambon,- Kasus gizi buruk di Maluku kembali mengemuka, khususnya di Pulau Seram. Di Tahun ini tercatat sudah puluhan orang, bahkan diantaranya hingga meninggal dunia. Mereka yang tetap hidup akhirnya bakal ber-IQ rendah, stunting, rawan berbagai infeksi dan lainnya. Hal itu disampaikan Koordinator Moluccas Demozratization Watch (MDW), M. Ikhsan Tualeka kepada media (26/11).
Menurutnya, melihat dampak atau pengaruh gizi buruk, situasi ini tentu tak dapat dianggap remeh, apalagi dibiarkan. Pemerintah kabupaten setempat termasuk pemerintah daerah atau provinsi dan pemerintah pusat harus segera menanggapi atau merespon kondisi yang ada. “Ini gawat dan darurat, karena menyangkut masa depan anak-anak bangsa yang terlahir dan besar di Maluku”, tegas Ikhsan yang juga adalah salah satu calon Senator dari Maluku ini.
Dikatakannya, melihat realitas yang memprihatinkan ini memerlukan langkah-langkah proaktif dan sistematis dalam menanggulangi, termasuk mencegah peristiwa ini kembali terulang di waktu mendatang. Fakta yang ada tentu juga menjadi sinyalemen kuat adanya ketidakmampuan atau kegagalan, terkait dengan perencanaan dan prioritas pembangunan oleh pemerintah khususnya di daerah.

“Negara tentu bertangungjawab soal ini. Karena Negara bertangungjawab melindungi setiap warga negara, termasuk dari ancaman gizi buruk. Disamping daerah yang perlu memperbaiki prioritas dan tata kelola pemerintahannya, pemerintah pusat pun harus lebih peduli dengan Maluku”, urainya.
Ia mengaku kesal, sekalipun sudah banyak korban anak-anak yang berjatuhan, tapi sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari Menteri Sosial RI terkait kasus ini. Ini aneh, andai saja peristiwa ini terjadi di Papua misalnya, pasti pemerintah pusat sudah kalang kabut dan mengerahkan seluruh potensinya untuk menanggulangi, di Maluku masih adem ayem saja.
“Kenapa sampai sudah dalam kondisi yang akut seperti ini, Mensos tak kelihatan batang hidungnya. Sebagai suku bangsa, orang Maluku bukan pengemis yang mesti ‘merajuk’ untuk diperhatikan. Sudah saatnya Maluku dilihat sebagai entitas yang penting dari bangsa ini. Kasus gizi buruk adalah ujung dari buruknya tata kelola pemerintah dan Maluku yang terus ditinggal hingga tertinggal”, terang Ikhsan.
Bahkan menanggapi situasi ini, Ia mengutip pernyataan salah satu temannya yang berseloroh menanggapi komentarnya di whatsapp grup terkait fenomena gizi buruk ini: “Sangat memprihatikan sekali. Kalau ini terjadi di Papua, seluruh dunia prihatin, Pemerintah langsung kebakaran jenggot, bantuan langsung turun”, tutupnya menirukan (*)






