• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen

Mas Bro, Pembreidelan Itu Membungkam Demokrasi!

by Media Harapan
25 January 2017 09:48
in Citizen, Featured, Opini
0

Indonesia Lawyer Club (ILC) kembali dibreidel. Saya baca pernyataan Fadli Zon, ia sedianya akan bicara di forum bertajuk “Membidik Habib Rizieq”. Batal, katanya. Ini berarti kedua kalinya ILC dibreidel. Nyaris pasti berhubungan dengan keamanan negara. Dengan kata lain, suara orang-orang yang akan berbicara itu, diperkirakan akan mengganggu keamanan negara.

Minimal hal itu menjadi perkiraaan Kapolri Tito Karnavian yang bertugas menjamin berdirinya kekuasaan rezim Presiden Jokowi. Itu di satu pihak, dari perspektif kekuasaan. Di pihak lain, perspektif antinominya. Pers dibreidel! Lain lagi membacanya. Itulah sulitnya negara demokrasi. Minimal ada dua perspektif tentang aplikasi kekuasaan, yaitu pihak diametral.

Pembreidelan mau tak mau harus dibaca pembungkaman demokrasi. Saya kira valid: subtansinya memang pembungkaman demokrasi. Saran saya: lawan! Apa ada altermatif lain? I dont think so.

Demokrasi seumur jagung. Belum sempat memperbaikinya, sudah keburu mau mati. Gejalanya, pers lebih dulu dibungkam, lebih lanjut para kritikal, selanjutnya lembaga lembaga kontrol.

Jika kaum pers tak segera sadar, pemberangusan lanjut. Sebab, metodologinya, pers disebut the fourth estate (benteng demokrasi ke 4) segera berhenti. Dan ketika satu pers diberangus berhasil, akan disusul kedua, ketiga, hingga semuanya. Dalam istilah Orde Baru, pers yang konstruktif. Yaitu, pers yang hanya menjadi corong penguasa. Tak boleh ada suara oposisi. Terakhir diseragamkan pers azas tunggal. Itu yang disebut penyeragaman perilaku.

Kini, sosmed sedang diseragamkan perilakunya. Menyusul Islam juga diseragamkan. Pers dimulai dengan ILC. Sebelumnya kelompok diskusi dan seminar diseragamkan dengan ancaman makar. Seminar dan diskusi pun redup. Tak ada lagi yang memprotes. Setelah seragam, perilaku menjadi homogen. Subtansi demokrasi ditandai adanya heterogenitas. Kalau homogen namanya totaliter, mas bro.

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman 

(Mantan Anggota Komisi Hukum DPR RI)

Djoko Edhi S Abdurrahman
Djoko Edhi S Abdurrahman

Editor : Handriansyah

Comments

comments

Tags: DEMOKRASIMembungkamMembungkam Demokrasi
Previous Post

Seskab: Pemerintah Izinkan Industri Impor Langsung Gas

Next Post

Jokowi Kabulkan Grasi Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

Media Harapan

Next Post
Jokowi Kabulkan Grasi Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

Jokowi Kabulkan Grasi Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia