MEDIAHARAPAN.COM, Christchurch – Warga Selandia Baru menggelar aksi solidaritas antaragama untuk korban pembantaian di masjid Christchurch.
Mereka menggelar aksi dengan menggalang donasi jutaan dolar, menyumbangkan makanan halal hingga menawarkan diri untuk menemani Muslim lokal yang takut berjalan di jalanan.
Pembunuhan 49 orang di dua masjid di kota yang biasanya tenang itu telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negara di Pulau Pasifik yang rata-rata hanya menyaksikan kejahatan pembunuhan dalam setahun tidak lebih dari 50 kasus.
Rasa jijik pada pertumpahan darah dan motif rasis pelaku yang dinyatakannya sendiri, telah dinetralisir dengan ekspresi dukungan dan kehangatan terhadap komunitas Muslim di negara itu.
Di pinggiran kota Christchurch dekat dengan tempat serangan terjadi, Yoti Ioannou dan istrinya membuat status Facebook berisi seruan penduduk setempat untuk menyumbangkan makanan halal.
Gagasan mereka adalah menyediakan makanan bagi puluhan kerabat yang menunggu di rumah sakit kota, mencari berita kerabat mereka, sementara para ahli bedah berjuang untuk menyelamatkan hidup kerabat mereka.
Mobilisasi makanan halal membanjiri, kata mereka, orang-orang mengantri untuk memberi makan sepanjang hari Sabtu (16/5).
“Kami benar-benar merendahkan hati dan senang membantu,” kata Ioannou kepada kantor berita AFP. “Kami akan bekerja dengan metode untuk menjaga hal-hal yang konsisten dengan dukungan untuk keluarga.”
Warga Christchurch, kita biasa melakukan aksi solidaritas,” kata Iannou, merujuk pada gempa bumi 2011 yang menewaskan lebih dari 180 orang.
“Sudah menjadi kebiasaan kita sekarang dan aku senang mereka mulai lagi berlaku hari ini.” (aljazeera/bilal)





