• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen Artikel

Mempertanyakan Efektivitas Media Sosialisasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Bengkulu

by Ghazi
29 August 2019 22:48
in Artikel, Daerah, Investigasi, Opini
0
Mempertanyakan Efektivitas Media Sosialisasi Program Kota Tanpa Kumuh  (KOTAKU) di Kota Bengkulu
0
SHARES
111
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, BENGKULU -Keberhasilans program pemberdayaan masyarakat salah satunya ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam program tersebut. Keterlibatan masyarakat pada dasarnya dimulai ketika menemukenali permasalahan atau kebutuhan masyarakat, ketika perencanaan pemecahan masalah, pelaksanaan pemecahan masalah, bahkan termasuk keterlibatan masyarakat dalam monitoring evaluasi dan tindak lanjut kegiatan.

Salah satu program pembangunan di kota Bengkulu yang Menggunakan pendekatan pemberdayaan adalah pelaksanaan Proggram Kota Tanpa Kumuh di 7 wilayah kelurahan, meliputi kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Malabero, Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Dusun Besar, Kelurahan Pintu Batu, Kelurahan Belakang Pondok, dan Kelurahan Kebun Keling.

Partisipasi masyarakat salah satunya ditentukan oleh pengetahuan masyarakat terhadap Program tersebut. Dalan konteks program KOTAKU, pengetahuan masyarakat ini dipengaruhi oleh media sosialisasi yang digunakan dalam program tersebut. Secara konseptual media informasi dalam program KOTAKU berbentuk:1) spanduk yang dipasang di kantor kelurahan dan lokasi-lokasi strategis. 2) buletin program KOTAKU yang dibagikan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk kemudian disebarkan kepada masyarakat, 3) video pendek tentang KOTAKU yang diputar dipertemuan-pertemuan BKM dan kelurahan, 4) Leaflet, yang disebarluaskan kepada masyarakat, 5) Banner yang dipasang di sekretariat KOTAKU dan di Kantor Kelurahan, 6) Talk show di televisi yang dilaksanakan setahun 2 kali.

Mempertanyakan efektivitas media sosialisasi tersebut, dua (2) orang peneliti dari Universitas Dehasen (Indria M.Ikom dan Bayu Risdiyanto MPSSP) melakukan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) sejak bulan Juni sampai Bulan Agustus tahun 2019, dengan peserta KSM-KSM dan BKM-BKM di 7 kelurahan lokasi pelaksanaan Program KOTAKU. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang lengkap tentang efektitas media sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Bengkulu tahun 2019.

Hasil FGD tersebut menunjukkan bahwa: 1) Media sosialisasi program KOTAKU yang ada selama ini belum mampu menjangkau keseluruh lapisan masyarakat, bahkan di beberapa kelurahan tersebut menyebutkan bahwa media sosialisasi baru 50% menjangkau keseluruhan kepala keluarga di wilayahnya. Dari 50% tersebut, hanya 25% yang mengetahui dan memahami isi dari media sosialisasi. 2) Jenis-jenis media sosialisasi tersebut, dirasakan masyarakat tidak efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program KOTAKU. 3) Masyarakat menyarankan agar lebih efektif, media sosialisasi berbentuk sarana kebersihan seperti kotak sampah yang ditulisi dengan ajakan memelihara kebersihan lingkungan sebagaimana dikemukakan oleh masyarakat dari Kelurahan Sumber Jaya, sementara Pak Amir dari Kelurahan Kebun Keling menyatakan bahwa: …..“biar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, alangkah baiknya kalau papan pengumuman atau spanduk atau media sosialisasi juga menyebutkan pasal-pasal peraturan yang menyebutkan denda atau sanksi bagi pelanggarnya”……4) Masyarakat menyatakan lebih menyukai media sosialisasi Program KOTAKU dalam bentuk video atau iklan pendek yang disebarluaskan di media sosial seperti whats app, facebook, dan media sosial lain. 5) Masyarakat berharap adanya penegakan hukum yang ketat dari aparatur pemerintah atau petugas khusus yang ditunjuk pemerintah untuk memastikan lingkungan bersih dan tidak kumuh, sebagaimana disampaikan warga Kelurahan Rawa Makmur dalam forum FGD.

Indria M.Ikom selaku ketua Tim Peneliti menyatakan bahwa “…media sosialisasi Program KOTAKU yang ada sekarang ternyata belum mampu merubah perilaku masyarakat atau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih…dan kondisi tersebut semakin parah akibat ada beberapa pendamping atau fasilitator dalam Program KOTAKU kurang berperan aktif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang kebersihan lingkungan…… Karena itu, Kami menyarankan adanya pembenahan kompetensi dan kapasitas Pendamping atau Fasilitator dalam pengembangan masyarakat sehingga tujuan Program KOTAKU dapat tercapai.(**)

Comments

comments

Tags: BENGKULUKOTAKU
Previous Post

Pasca Rusuh, Sebagian Warga Jayapura Bermalam di Lantamal X

Next Post

Hearing IMM dan Anggota DPRD Kota Bengkulu Tak Dihadiri Ahli Waris SDN 62

Ghazi

Berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada hari sebelumnya

Next Post
Hearing IMM dan Anggota DPRD Kota Bengkulu Tak Dihadiri Ahli Waris SDN 62

Hearing IMM dan Anggota DPRD Kota Bengkulu Tak Dihadiri Ahli Waris SDN 62

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia