MEDIAHARAPAN.COM, Istanbul – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab pada hari Jumat (5/4) memperingatkan kedua pihak bertikai di Libya agar tidak meningkatkan eskalasi dan menyerukan penyelesaian politik.
Dalam sebuah pernyataan, OKI meminta para pihak bertikai untuk menurunkan ketegangan yang dapat menyebabkan kekacauan di negara itu.
Liga Arab, dalam sebuah pernyataan terpisah, juga meminta kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan yang tumbuh di selatan negara itu dan tetap berpegang pada solusi politik.
Komandan militer Khalifa Haftar pada hari Kamis meluncurkan kampanye untuk merebut Tripoli, di mana pemerintah persatuan Libya yang didukung PBB bertempat.
Fayez al-Sarraj, kepala pemerintah berbasis di Tripoli, memerintahkan pasukan keamanan pemerintah untuk “mempersiapkan – dan menanggapi – segala ancaman yang ditujukan untuk mengganggu stabilitas kawasan”.
Khalifa Haftar adalah mantan jenderal di era Khadafi, yang didukung Barat untuk melawan kelompok-kelompok Islamis di Libya. Pasukannya sempat membuat heboh dunia karena melakukan kejahatan perang saat merebut kota Derna dan Benghazi dari kelompok Islamis.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan: satu di Al-Bayda, yang mana Haftar terafiliasi, dan satu lagi di Tripoli. (Anadolu/bilal)





