MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Atraksi Pacu Jawi di Tanah Datar memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat, tidak hanya itu event yang sudah menjadi kalender pariwisata ini juga menjadi objek buruan bagi pencinta fotography dalam dan luar negeri.
Sebagai salah satu daya tarik wisata dan event yang mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun manca negara berkunjung ke Tanah Datar, tentu pemerintah daerah harus serius membenahi sarana dan prasarana penunjang alek anak nagari yang sudah turun-temurun ini.
Seperti di Nagari Sungai Jambu Kecamatan Pariangan yang mana masyarakat nagari minta kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan menuju arena pacu jawi tersebut, karena lokasi arena yang jauh dari jalan raya juga sulit dilalui apalagi jika musim hujan tiba.
Hal itu disampaikan langsung ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Sungai Jambu Dt. Mangkuto Jo Lelo kepada Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, SH, Sabtu siang (08/02) ketika acara malopesi atau melepas alek anak nagari Pacu Jawi di Nagari Sungai Jambu itu.
Menurut Dt. Mangkuto Jo Lelo, alek pacu jawi sebagai ivent pariwisata namun juga dalam lingkup adat, itu merupakan satu kesatuan yang harus dikedepankan sehingga jadi menarik bagi wisatawan.
“Dengan adanya pacu jawi yang didukung akses jalan yang baik, banyak wisatawan berkunjung, masyarakat yang berjualan pun ramai, tentu ini akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,”ucapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, SH menanggapi permintaan masyarat tersebut mengatakan agar dimasukkan dalam musrenbang kecamatan sehingga dapat terakomodir di tahun 2020 ini.
“Pacu jawi sebagai adat dan tradisi kita yang terus dilestarikan masyarakat, tidak sekedar ajang atraksi jawi yang ditunggangi berlari di atas lumpur, namun disana ada tradisi dan adatnya, seperti para kaum ibu yang maarak jamba, petatah-petitih adat menjelang pacuan, makan bajamba, alunan musik tradisional talempong pacik dan tradisi lainnya yang menjadikan pacu jawi ini unik dan menarik,” ucap Zuldafri.
“Untuk perbaikan jalan ke arena pacu jawi, karena ini juga penting kepada panitia mohon diperjelas nama jalan dan ruasnya, kerena untuk mengusulkan anggaran harus jelas by name, by address dan dalam musrenbang kecamatan nanti ini diusulkan sehingga menjadi prioritas dan dapat dikerjakan tahun ini, “tambahnya.
Walau sebahagian wilayah Tanah Datar sempat diguyur hujan dari malam hingga siangnya, alek pacu jawi tetap berlangsung meriah dan ramai dikunjungi masyarakat setempat. (Irfan F)






