MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) ke-47 tahun 2019 di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan lomba, salah satunya parade baju adat daerah dari seluruh provinsi yang ikut dan juga parade baju adat kabupaten dan kota se-Provinsi Sumatera Barat.
HKGPKK Ke-47 yang dipusatkan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat itu diikuti sebanyak 25 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang terdiri dari TPPKK kabupaten dan kota. Unik dan menarik berbagai kekhasan masing-masing daerah ditampilkan.
Pasca dibuka Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kamis (25/07) di tenda utama Ruangan Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, kegiatan dilanjutkan dengan parade baju adat provinsi se-Indonesia dan kabupaten, kota se-Provinsi Sumatera Barat yang diperagakan masing-masing Ketua TPPKK provinsi, kabupaten dan kota.
Tanah Datar Luak Nan Tuo yang kaya akan etnik dan budaya menampilkan Baju Kuruang Basiba Jaik Kapalo Samek kombinasi Tenun Songket dan dihiasi Loka-loka (hiasan diatas kepala menyerupai mahkota) di atas kepala.
Ketua TPPKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah Tarmizi usai tampil mengatakan, jika Tanah Datar memiliki beragam pakaian khas dan setiap daerah di Tanah Datar itu juga tidak sama corak dan bentuknya seperti yang dipakainya saat tampil di parade pakaian adat daerah pada puncak HKGPKK ke-47 di Kota Padang tersebut.
“Pada saat parade pakaian adat ini kita pakai baju kuruang basiba dari Kecamatan Sungayang dengan motif jaik kapalo samek untuk atasannya, sementara bawahan kita pakai songket motif asli Kecamatan Sungayang dan selendang juga tenun songket, hiasan di atas kepala, kalau di Sungayang ini disebut koka-loka. Dan baju kuruang basiba ini biasa dipakai pada saat acara adat di Sungayang dan yang memakainya juga isteri datuak (isteri pemimpin kaum),” ucapnya.
Ny. Emi Irdinansyah Tarmizi juga menyebut jika Jaik Kapalo Samek hasil karya UP2KPKK Pelangi Nagari Situmbuak Kecamatan Salimpaung saat ini juga sangat digandrungi dan banyak peminat.
“Jaik Kapalo Samek kita banyak yang menyukai, ini terlihat banyaknya tamu dan pembeli yang datang pada stand UP2KPKK kita, bahkan ada yang memborong dan ada juga yang ingin belajar seperti dari TPPKK Provinsi Bali dan Provinsi Bangka Belitung, selain itu produk makanan juga habis terjual,”ulasnya.
Sebelumnya Ketua Umum TPPKK Pusat dr.Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menyampaikan bahwa HKGPKK ke-47 ini diikuti 25 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia dengan 150 peserta pameran UP2KPKK termasuk Kementerian Dalam Negeri, BUMN, BUMD dan per bank kan.
Dikatakannya Puncak HKGPKK ke-47 tahun 2019 ini mengangkat tema,”PKK bekerja, Keluarga Indonesia Sejahtera”. Menurutnya PKK memang hadir dan berkiprah untuk ikut meningkatkan kualitas dan taraf hidup keluarga hingga kepelosok nusantara.
Sementara itu Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo yang membuka langsung HKGPKK ke-47 ini menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagai momentum dan memiliki arti penting dan strategis dalam gerakan 10 program pokok PKK untuk mendukung pembangunan di Indonesia.
Tjahjo mengatakan, “dinamika yang mewarnai perjalanan gerakan PKK hingga saat ini menjadi catatan penting untuk terus dilanjutkan, utamanya terhadap hal-hal yang konstruktif dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga,” Ucapnya.
Turut hadir pada puncak peringatan HKGPKK ke-47 itu Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Pengurus TPPKK Pusat, Ketua TPPKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno, Gubernur dan Wakil Gubernur se- Indonesia yang turut hadir. (Irfan F)










