MEDIAHARAPAN.COM, Solok -Pasar Semi Modern Kota Solok Sumatera barat yang telah diresmikan pada 4 Juni 2015 Oleh Walikota terdahulu, H. Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa, sepi bahkan nyaris tak berpengunjung. Padahal pasar yang dibangun dengan Anggaran APBD Kota Solok senilai lebih dari Rp.2o Miliar itu sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti Generator, eskalator, dan Air Conditioner (AC).
Menanggapi hal itu, ketua fraksi Golkar Indonesia Raya DPRD Kota Solok Nasril In Dt.Malintang Sutan menyayangkan anggaran Kota Solok yang dikeluarkan tidak sedikit ini, terkesan sia – sia dan tidak berfungsi sesuai dengan yang telah direncanakan diawalnya.
Dikatakan Nasril In Dt.Malintang Sutan, bahwasanya ini merupakan tantangan bagi Walikota dan Wakil Walikota Solok yang menjabat saat ini, bagaimana agar pasar semi modern yang telah hanya menjadi pajangan selama lebih dari satu setengah tahun sejak diresmikan itu, untuk mencarikan solusi agar berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketika disinggung permasalahan mendasar yang mengakibatkan sepinya pasar tersebut adalah terlalu kecil dan sempitnya ukuran ruangan toko, sehingga tidak memadai untuk pedagang berjualan disana. “Paling luas ukurannya hanya kurang lebih 2×3 meter” tuturnya.
Ditambahkannya, pantasnya unit toko – toko yang ada itu hanya untuk bengkel jam, counter pulsa, kaset CD atau sejenisnya, yang tidak terlalu makan tempat. Jika untuk berjualan pakaian atau barang – barang kebutuhan lainnya yang memakan tempat cukup besar, tentu dengan ukuran segitu akan terlalu sempit.
“Cita-cita, harapan dan target Pemkot Solok dalam membangun Pasar Semi Modern memang belum tercapai dengan baik dan perlu dievaluasi ulang agar lebih layak untuk difungsikan guna meramaikan dan memajukan transaksi perdagangan di Pasar Semi Modern ini sehingga aktifitas ekonomi perdagangan benar-benar hidup seperti yang diharapkan. Dan ini merupakan tantangan dan PR bagi Walikota dan Wakil Walikota Solok yang menjabat sekarang bersama kabinetnya. Masyarakat pastinya menunggu solusi atas permasalahan ini, agar APBD yang telah dihabiskan itu benar – benar memberi manfaat yang nyata bagi perekonomian masyarakat Kota Solok khususnya ” terang Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Solok ini.
Nasril, tak menyangkal memang sudah beberapa kali Pemko Solok memusatkan kegiatan pameran di tempat itu. Namun jika dikaji azas manfaat dari perencanaan pembangunan pasar itu jelas tidak sesuai, dimana tujuan awalnya adalah sebagai pusat transaksi perdagangan di Kota itu.
“Jika benar sempat ada wacana untuk menjadikan pasar itu sebagai Pasar Seni Semi Modern, tentunya mesti melalui pengkajian dan pembahasan yang matang antara pihak eksekutif dan legislatif di daerah itu. Sekarang tak dapat dipungkiri pasar semi modern yang terpajang gagah di jantung kota ini seyogyanya berfungsi sebagai tempat transaksi penjual dan pembeli” tegasnya. (Amel)











