• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

PAUD Disebut Terpapar Radikalisme, Muhammadiyah: Jangan Pukul Rata

Menurut Haedar, apabila pemerintah mendapati indikasi radikalisme dalam institusi seperti PAUD dan bahkan institusi manapun, maka tidak mesti dipukul rata.

by Bilal
6 December 2019 12:55
in Featured, Nasional
0
PAUD Disebut Terpapar Radikalisme, Muhammadiyah: Jangan Pukul Rata
0
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan Pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat perlu mendefinisikan ulang kata terpapar radikalisme. Pasalnya, radikalisme kerap dimaknai secara sempit yang berujung aksi saling tuding antar warga bangsa satu dengan yang lainnya.

Pandangan Haedar sebagai tanggapan atas pernyataan Wakil Presiden Maruf Amin yang menyebut institusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai terpapar radikalisme.

“Definisikan ulang apa yang kita sebut terpapar radikalisme juga sasaran objeknya,” ujar Haedar kepada wartawan di Gedung PP Muhammadiyah, beberapa waktu lalu (4/12) seperti dikutip dari rmol.id.

Menurut Haedar, apabila pemerintah mendapati indikasi radikalisme dalam institusi seperti PAUD dan bahkan institusi manapun, maka tidak mesti dipukul rata. Sebab wilayah satu dengan yang lainnya berbeda dan tidak bisa digeneralisasi.

Radikalisme dalam ranah potensi kekerasan, intoleransi, ekstremisme itu bisa terjadi di semua tempat, baik dalam konteks agama, ideologi, golongan, kelompok, suku, ras, dan sebagainya.

“Jadi kami memohonkan semua perlu seksama,” ucapnya.

Haedar mengungkapkan, Muhammadiyah memiliki sekitar 20 ribu lebih sekolah PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, guru-guru PAUD secara suka rela mengemban tugas mulianya itu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami punya 20 ribu lebih PAUD. Itu justru punya kekuatan menjadi pilar mencerdaskan bangsa dan mendidik karakter generasi,” demikian Haedar.

Wakil Presiden Maruf Amin sempat mengatakan bahwa Kementerian Agama bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menelusuri dugaan radikalisme diajarkan di PAUD.

Dia pun berharap ada sinergi secara komprehensif sehingga perkembangan radikalisme dapat dicegah dari hulu sampai ke hilir.

“Mulai pendidikan, bukan hanya SD, dari PAUD juga mulai ada gejala, dari TK tokoh-tokoh radikal itu sudah dikenalkan,” ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat. []

Comments

comments

Tags: #HAEDAR NASHIRIsu RadikalismeMUHAMMADIYAHPAUD
Previous Post

Soal Perceraian, MUI Imbau Masyarakat Hormati Privasi UAS

Next Post

Larang Hijab, SD Inpres Manokwari Diprotes Orangtua Murid

Bilal

Next Post
Larang Hijab, SD Inpres Manokwari Diprotes Orangtua Murid

Larang Hijab, SD Inpres Manokwari Diprotes Orangtua Murid

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia