PBB Prihatin dengan Kondisi Kamp Al-Hol

MEDIAHARAPAN.COM, Jenewa – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku keprihatinannya dengan kondisi kemanusiaan di kamp pengungsi Al-Hol milik Komunis YPG / PKK di Suriah timur laut.

Babor Baloch, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), berbicara pada konferensi pers di Jenewa, mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di kamp Al-Hol sangat menyedihkan.

Dia mengatakan bahwa PBB dan LSM sedang bekerja untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada 65.000 orang yang membutuhkan tempat berlindung di kamp.

Senada dengannya, Tarik Jasarevic, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan dia khawatir tentang kondisi kesehatan di kamp.

Dia mengungkapkan bahwa 106 anak-anak telah meninggal pada saat kedatangan mereka atau dalam perjalanan ke kamp sejak tahun 2018, ia juga menambahkan ratusan anak di kota Hasakah Suriah dibawa ke rumah sakit pada waktu yang sama.

Jasarevic mengeluh tentang kurangnya fasilitas kesehatan di kamp dan mencatat bahwa warga sipil menghadapi tantangan besar.

Herve Verhoosel, juru bicara World Food Programme (WFP), menekankan bahwa organisasi itu mengkhawatirkan puluhan ribu orang di kamp Al-Hol.

Menurut Herve kapasitas kamp telah mencapai 65.000 warga sipil yang berlindung, dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa mereka tidak tahu jumlah pasti orang yang telah meninggal di kamp.

Joel Millman, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), menolak mengomentari korban sipil dan sikap YPG / PKK terhadap penduduk kamp.

Sejak April 2017, kelompok teror YPG / PKK telah menempatkan warga sipil yang melarikan diri dari ISIS dan anggota keluarga ISIS di kamp Al-Hol.

Disaat para pencari suaka masuk ke dalam kamp, ​​YPG / PKK mengadopsi sikap memalukan terhadap penduduk.

Kondisi kamp dan kelompok teror YPG / PKK yang memprihatinkan, 100 anak-anak dan 10 wanita telah kehilangan nyawa sejauh ini.

Comments

comments