• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Internasional

PBB:Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual sebagai Senjata Perang

"Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban militer Myanmar," kata ketua misi pencari fakta PBB

by Bilal
23 August 2019 20:30
in Internasional
0
PBB:Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual sebagai Senjata Perang

MEDIAHARAPAN.COM, Tim pencari fakta PBB di Myanmar mengatakan militer menggunakan pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya begitu rutin sehingga “mencerminkan budaya toleransi yang meluas terhadap penghinaan.”

Misi itu mengatakan dalam laporan setebal 61 halaman bahwa militer Myanmar harus mengakhiri praktik itu, yang katanya digunakan untuk menteror etnis minoritas di banyak negara.

Ditemukan bahwa di negara bagian Rakhine, rumah bagi minoritas Muslim Rohingya di negara itu, praktik kekerasan seksual begitu meluas selama apa yang pemerintah sebut “operasi pembersihan” pada 2017, sehingga menjadi indikator dalam membaca niat Myanmar untuk melakukan genosida terhadap etnis tersebut.

“Komunitas internasional harus meminta militer Myanmar untuk memperhitungkan rasa sakit luar biasa dan penderitaan yang ditimbulkannya terhadap masyarakat dari semua jenis kelamin di seluruh negara,” kata ketua misi, Marzuki Darusman dalam sebuah pernyataan, Kamis (21/8).

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan ratusan orang yang selamat dan saksi operasi yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine, Kachin dan Shan.

Ia menetapkan bahwa penggunaan kekerasan seksual oleh militer hanya dapat dikaitkan dengan “bagian dari strategi yang disengaja dan terencana dengan baik untuk mengintimidasi, meneror dan menghukum penduduk sipil serta memaksa mereka untuk melarikan diri.”

“Misi tersebut menyimpulkan dengan alasan yang masuk akal bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan tindakan genosida yang mendasarinya disertai dengan kesimpulan niat genosida,” tulis tim misi dalam sebuah laporan yang menggunakan bahasa Inggris.

Perempuan dan anak perempuan menjadi sasaran dalam sebagian besar serangan yang didaftar dalam laporan tersebut. Selain dipukuli, dibakar dengan rokok dan dipotong dengan pisau, laporan misi PBB mengatakan bahwa militer Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw, memperkosa dan menahan para perempuan serta gadis sebagai budak seksual di pangkalan militer.

Pria dan anak lelaki juga diperkosa, disiksa secara seksual dan dipaksa telanjang, menurut laporan itu.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat akan serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita, dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017, mendorong jumlah orang yang dianiaya di Bangladesh di atas 1,2 juta. .

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut sebuah laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA). (Anadolu/bilal)

Comments

comments

Tags: #rohingyaMyanmarPBB
Previous Post

Pengadaan Kendaraan Dinas Baru, Kemensetneg: Yang Lama Sering Rusak

Next Post

Kemenkominfo Lanjutkan Blokir Akses Internet di Papua dan Papua Barat

Bilal

Next Post
Kominfo Blokir Layanan Data di Papua dan Papua Barat

Kemenkominfo Lanjutkan Blokir Akses Internet di Papua dan Papua Barat

BERITA POPULER

PBB:Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual sebagai Senjata Perang

PBB:Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual sebagai Senjata Perang

23 August 2019 20:30
Siapa “Bidan” Partai Garuda..?

Siapa “Bidan” Partai Garuda..?

17 February 2018 15:22
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

15 August 2017 05:03
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34

BERITA TERBARU

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

3 April 2026 10:05
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34
UBN: Solidaritas Negara Teluk Tunjukkan Pelemahan Hegemoni Militer AS

Gugur di Lebanon, UBN: TNI sebagai Representasi Rakyat Indonesia di Garda Perdamaian Dunia

1 April 2026 22:53
Mengapa Training KPI Sering Gagal di Indonesia dan Bagaimana F Project Membalikkan Tren Itu

Mengapa Training KPI Sering Gagal di Indonesia dan Bagaimana F Project Membalikkan Tren Itu

2 April 2026 06:36

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

3 April 2026 10:05
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia