Jakarta, (mediaharapan.com) — Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, serta Mantan Dirjend Otonomi Daerah sejak 2019, Prof. Dr. drs. Akmal Malik, M.Si, CGRE membuka secara resmi kegiatan Aksi Bela Negara. Kegiatan ini bersamaan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Srikandi Tani STII DKI Jakarta periode 2026-2030.
Acara dalam rangka menyongsong 5 abad Jakarta sebagai ‘kota global yang berbudaya’ itu turut dihadiri oleh Ketua Pelaksana Harian Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (Ketua PLH PB STII) Hilman Ismail Metareum, SE. CRA.
Dalam sambutannya, Prof. Akmal menjelaskan bahwa bela negara, menjaga ketahanan pangan
harus dimulai dari diri sendiri, termasuk membangun ketahanan pangan.
“Harus memulai inisiatif menanam tanaman yang bermanfaat walaupun di pekarangan rumah yang sempit atau atap gedung ruko dan perkantoran yang ada,” ungkap mantan Pejabat Gubernur Kalimantan Timur periode 2023–2025 itu, Selasa (10/02/2026) di Ruang M. Husni Thamrin, Graha Ali Sadikin di Kawasan Balaikota, DKI Jakarta.
Diketahui, pelantikan dilaksanakan dengan pembacaan ikrar yang dituntun oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Srikandi Tani STII (PP Srikandi Tani STII) dra. Hj. Hulfa, S.Ag, M.Si, serta diiringi pengibaran Bendera Pataka Panji-panji Srikandi Tani STII.
Ketua Wilayah Srikandi Tani STII Provinsi DKI Jakarta adalah ibu Hj. Erni yang merupakan seorang pengusaha hasil-hasil pertanian, penggerak UMKM, usaha kuliner dan bumbu masak khas Aceh.
Acara Aksi Bela Negara kali ini mengambil tema : “meningkatkan ketahanan pangan”. dilanjutkan Talk Show, dengan berbagai narasumber, yakni;
- Ketua Ketua PLH PB STII; Hilman Ismail Metareum, SE. CRA.
- Food Station : Dahri Virdian Djauhari , kadiv. Komersial (BUMD)
- Perwakilan Bank Jakarta: diwakili oleh divisi Humas dan Hubungan antar Lembaga
- Iwan Indrianto Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Talk show berlangsung interaktif, dimoderatori langsung oleh Ketua Umum PP Srikandi Tani STII ibu Hj. Hulfa, masing masing mengutarakan agar terjadi sinergi kolaborasi antar berbagai elemen yakni; pemerintah, masyarakat dan perbankan.
“Mulai dari sekarang, Kita harus bisa bersinergi dan berkolaborasi antar elemen bangsa, jika ingin membangun kota jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan ramah lingkungan,” ujar Hilman. []











