Pemuda Bangun Pustaka Kampung Baca Agar Melihat Dunia

MEDIAHARAPAN.COM Pinrang, Sulawesi Selatan. (19/07/2018) Memperbaiki dan meningkatkan semangat membaca bagi kalangan masyarakat khususnya para generasi muda saat ini tidaklah mudah ditengah arus perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih. Dunia nyata sedikit demi sedikit tergeser oleh dunia maya dan semangat membaca juga seakan-akan berkurang dan tidak dihiraukan lagi oleh sebagian masyarakat.

Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini, membuat pemuda desa bernama Jamil Aziz beserta beberapa temannya membangun sebuah komunitas Pustaka Kampung Baca. Komunitas Pustaka kampung baca ini terletak di daerah pelosok daerah Pinrang yang kondisinya juga sangat memprihatinkan penuh dengan keterbatasan. Tepatnya di sebuah Dusun Bone Desa Ulusaddang, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Semangat dan sikap peduli bagi generasi muda ini sangat layak di jadikan contoh bagi generasi muda lainnya diluar sana. Salah satu alasan yang mendorong Jamil (sapaan akrabnya) mendirikan Komunitas Pustaka Kampung Baca ini adalah ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa terbatas bukan berarti tertinggal, kita sama dan kita maju bersama.

Menurut pengakuan Jamil kepada (mediaharapan.com ) Dalam membudayakan semangat literasi ini, mereka berusaha mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta mulai dari hal paling kecil dan sederhana, seperti mengingatkan anaknya untuk ikut belajar pada sore hari. “Untuk mengajak masyarakat ikut terlibat, awalnya agak sulit. Masyarakat di dusun kami umumnya merupakan petani. Mereka hanya fokus untuk menggarap sawah, kebun dan ladang. Jadi, kami mulai dengan memperkenalkan budaya literasi melalui kegiatan lomba saat bulan Ramadhan lalu. Kami menyajikan konsep Islami dengan tetap mengintegrasikan budaya literasi. Alhamdulillah sejauh ini, respon masyarakat sangat mendukung dengan adanya komunitas kampung baca yang kami rintis ini.” Ungkapnya

Kurangnya akses jaringan dan minimnya pemahaman warga tentang pentingnya budaya literasi merupakan tantangan terbesar bagi mereka dalam mengelola Pustaka Kampung Baca. “Sejauh ini Peran pemerintah cukup membantu dalam berdirinya komunitas ini. Namun, besar harapan kami ke depannya agar pemerintah setempat baik daerah maupun pusat dapat betul-betul serius dalam memajukan pendidikan di berbagai penjuru indonesia. Harus lebih merata jangan ada ketimpangan sedikitpun. Tambahnya.

Untuk para pemerhati dunia pendidikan, dan masyarakat diluar sana yang ingin membantu mewujudkan generasi muda indonesia lebih baik, bisa turut serta mendukung kami dengan cara mendonasikan beberapa buah buku dan pendukung lainnya melalui kantor pos indonesia secara gratis dengan memanfaatkan Fasilitas free cargo literacy dari Kantor Pos. Saat ini Komunitas Kampung Baca kami sudah terdata di Kantor Pos. Alhamdulillah ini semua karena Relawan dan Pengurus Pustaka Bergerak Indonesia. Imbuhnya.

Kami sangat berterima kasih kepada segenap relawan penggiat komunitas baca, para donatur buku, para komunitas literasi, para sahabat yang telah memberikan support dan membantu kami sejauh ini dalam mengumpulkan buku bacaan. Kedepannya kami berharap bahwa Pustaka Kampung Baca dapat memberikan sejuta manfaat kepada masyarakat dari berbagai kalangan, baik orang tua maupun anak- anak. Bisa berkembang dengan baik serta bisa menjadi pemutus mata rantai kemiskinan dan jahilan akan ilmu pengetahuan. Tutupnya

(Yanto)

Comments

comments