Peringati Hari Pahlawan, KITRA Tasik Tuntut Kesejahteraan TNI POLRI

MEDIAHARAPAN.COM, Tasikmalaya – Memperingati hari Pahlawan aktivis KITRA  menggelar aksi simpatik  bertema Save Our Heroes, aksi ini guna mensosialisasikan ke masyarakat tasik tuntutan menaikkan 50 juta perbulan Gaji TNI POLRI,  di taman gedung bupati Tasikmalaya Jawa Barat 11/11/2018

Lutfi Nurul fuad Korlap Aksi Kitra mengutarakan, aksi sosialisasi menyasar titik keramaian, kami menjelaskan langsung ke masyarakat terkait tuntutan kitra, “respon yang kami temui beragam, tapi secara umum yang mendukung langsung minta foto sebagai bentuk dukungannya” ungkap Lutfi
Encep Iik Muzakkir, Korda KITRA Tasikmalaya menjelaskan, berbagai momentum digunakan untuk mengkampanyekan tuntutan ini agar masyarakat memahami dan memberikan dukungannya melindungi masa depan keluarga  TNI POLRI. “KITRA ingin menyentil rasa kemanusiaan Pemerintah, bila rakyat memahami subtansi tuntutan KITRA maka kami yakin akan bangkit solidaritas bangsa ini, dan menyuarakan hal yang sama” jelas Iik panggilan akrab korda KITRA Tasik

dia menanmbahkan, Momentum hari pahlawan ini sangat relevan bagi KITRA menyuarakan perlindungan dan jaminan kesejahteraan bagi TNI POLRI, “mereka adalah bukti monumen hidup kepahlawanan, jiwa patriotisme TNI POLRI harus dirawat dan dijaga agar api pengorbanan tidak padam dan ketulusan pengabdiannya tidak luluh karena pemiskinan  pemerintah” Imbuh Iik

 

KITRA TASIKMALAYA DI TAMAN GEDUNG BUPATI

Korda Kitra tasikmalaya mengungkapkan, kitra tasik secara berkelanjutan melakukan aksinya, sebab pemiskinan atas TNI POLRI harus mendapat perhatian masyarakat, ” Bangsa ini tidak boleh menutup mata, sebab TNI POLRI adalah pahlawan bagi negara, pahlawan bagi keluarganya, pahlawan bagi generasinya, dan pahlawan bagi masyarakat Indonesia” Pungkas Iik

Iik menghimbau pada seluruh masyarakat tasik, untuk ikut menyuarakan kenaikan 50 juta per bulan gaji TNI POLRI, “sebab ini menyangkut politik keuangan negara, jangan sampai APBN kita mubazzir, hanya dipakai untuk program yang belum relevan bagi kemajuan bangsa dan negara” Pungkasnya

Comments

comments