MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Tanah Datar — Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah Datar melaksanakan penanaman pohon buah di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (12/02/2026).
Ketua TP-PKK Tanah Datar yang diwakili Staf Ahli TP-PKK, dr. Dwinanda Ahmad Fadly, turut hadir dan secara langsung menanam pohon alpukat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada ISI Padang Panjang, khususnya para mahasiswa yang melaksanakan pengabdian di daerah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Datar beberapa waktu lalu.

Ny. Dwinanda menyampaikan bahwa bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam serta pelestarian lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah melalui aksi penanaman pohon.
“Penanaman pohon ini tidak sekadar seremonial. Apalagi yang ditanam adalah pohon buah, selain menjaga kestabilan tanah dari erosi, hasilnya juga dapat dimanfaatkan masyarakat. Pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi anak cucu kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PKK sebagai garda terdepan dalam mendukung program pembangunan daerah berkomitmen mendukung upaya pemulihan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan menanam pohon ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk hidup peduli dan ramah lingkungan.

“Melalui forum ini, saya mengajak seluruh yang hadir, khususnya kader PKK di nagari dan kecamatan, untuk terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan serta memanfaatkan lahan kosong dengan menanam pohon buah dan sayuran,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Wali Nagari Tambangan, Afrinal Dt. Talanai, yang mengucapkan terima kasih kepada ISI Padang Panjang karena telah memilih Nagari Tambangan sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat, termasuk melalui aksi penanaman pohon buah di kawasan terdampak bencana.
“Aksi ini merupakan upaya membantu menjaga kontur tanah yang labil, mengurangi erosi akibat hujan, meningkatkan daya serap air, serta memperkuat struktur lereng dan lahan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III ISI Padang Panjang, M. Riko Alamo, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini difokuskan pada daerah terdampak bencana. Secara nasional, terdapat sekitar 57 perguruan tinggi yang melakukan kegiatan serupa di wilayah terdampak di Sumatera.
“Di Nagari Tambangan terdapat sekitar 50 mahasiswa yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, dan alhamdulillah dapat bersinergi dengan TP-PKK Kabupaten Tanah Datar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengabdi, Irja, SE., M.Si., menyampaikan bahwa program pengabdian mahasiswa ISI Padang Panjang berlangsung selama 20 hari dengan berbagai kegiatan, antara lain penanaman pohon penghijauan, penyampaian materi pengembangan kemasan bermerek untuk meningkatkan daya saing UMKM, serta budidaya itik produktif guna meningkatkan pendapatan peternak.
Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Barat Tahun 2026 ini dilaksanakan berupa pemberdayaan masyarakat melalui manajemen produksi dan pemasaran bagi anggota Kelompok Tani Sungai Rayo dan KWT Menyala yang terdampak bencana sebagai pemulihan perekonomian masyarakat. (fan)










