MEDIAHARAPAN.COM, Limapuluh Kota – Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengapresiasi Program Sahabat nagari yang telah dijalankan Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI-RJ) di nagari Sarik Laweh. Ia melihat program tersebut telah mengembangkan potensi yang yang ada di tengah masyarakat. Ada bakat anak-anak nagari di bidang seni tradisionil dan keagamaan mampu dikembangkan melalui sentuhan program.
Program ini mensinkronkan antara dunia pendidikan dan kemasyarakatan, Peserta didik harus melek tentang kehidupan masyarakat pedesaan. Persoalan pedesaan, kurangnya penggerak pembangunan dari kalangan muda.
“Alhamdulillahi YPI-RJ telah menjawab semua ini dengan menurunkan siswanya berkampung setiap sabtu minggu di Nagari Sarik Laweh. Mulai dari kegiatan olah raga, ngaji bersama, latihan musik tradisionil, ikut dalam usaha penduduk,”. Kata Wakil Bupati dalam penutupan program Sahabat Nagari di Nagari Sarik Laweh di halaman masjid Muhsinin.
Pemerintah Kabupaten akan menjadikan program sahabat nagari ini akan menjadi model yang akan dikembang untuk seluruh nagari dalam rangka menggairahkan pembangunan nagari yang berkeimanan, dan sekaligus mendorong wali nagari di kabupaten untuk melakukan MoU dengan YPI Raudhatul Jannah.
Program yang dimeriahkan dengan berbagai lomba dan penampilan seni musik tradisionil Minang, mendapat perhatian dari Ir.H Bahrul Edial anggota DPRD 50 Kota yang hadir semenjak pagi sampai acara penutupan malam. Ia menyatakan sangat mendukung program sahabat nagari akan diusulkan dimasukkan dalam anggaran belanja daerah sehingga model ini dapat dilaksanakan tiap-tiap nagari.
Di Tempat terpisah pada penutupan Tour De BUMDES di Lembah Harau Sugeng Direktur Desa, dari Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, sangat memberikan apresiasi program ini agar dapat dikembangkan di masing-masing nagari dengan memberdayakan dana alokasi desa yang masuk ke nagari. Dengan Pola transfer dana langsung ke desa/nagari akan memberikan ruang kreatifitas nagari untuk mengembangkan potensi nagari, seperti program sahabat nagari. Berbeda dengan dulu, nagari lebih banyak berharap dari pemerintahan diatas.
Ultra, S.Pd bersyukur atas kepercayaan masyarakat dalam menjalankan program sahabat nagari. “Kami melihat pendidikan harus terintegrasi dengan masyarakat, agar kepedulian terhadap masyarakat sudah tertanam sejak bangku sekolah. Setelah mereka besar dan sukses selalu berpikir untuk kemaslahatan masyarakat”. Kata Ultra.
Semuanya berangkat dari keprihatinan sulitnya mencari kaum muda sebagai penggerak nagari sekaligus agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya yaitu masyarakat Minang. Di samping itu program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan berbagai potensi dan talenta anak baik siswa RJ maupun masyarakat, seperti kepemimpinan, wirausaha, jiwa seni, pengalaman agama Islam, kemandirian dan sebagainya.
Oktariani, S.Pd sekretaris eksekutif Program Sahabat nagari menegaskan dalam penutupan program, YPI RJ melakukan tujuh macam lomba, yaitu Master of Ceremony (MC), Pidato, Puitisasi Terjamahan Al Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Tahfiz Al Qur’an, Sholat Subuh Berjamaah, dan Azan/Iqomat. Sementara lomba tersebut diikuti oleh 18 Peserta Taman Pendidikan Al Qur’an, Lembaga Didikan Subuh Kota Payakumbuh, 50 Kota dan Tanah Datar. (Akmal/Rls)








