MEDIAHARAPAN.COM, Islamabad – Pesawat udara India menyerang wilayah Pakistan pada Selasa (26/2), India mengklaim melancarkan serangan terhadap kamp pejuang yang mempersiapkan serangan terhadap India.
“Serangan udara di sebuah kamp militan menewaskan “sejumlah besar” pejuang yang mempersiapkan serangan terhadap India,” klaim seorang pejabat senior kementerian luar negeri India setelah Pakistan menuduhnya melanggar batas wilayah udara.
Menteri Luar Negeri India, Vijay Gokhale mengatakan dalam media briefing bahwa serangan dilancarkam ke kamp Jaish-e-Mohammad (JeM) di Balkot karena New Delhi percaya serangan bunuh diri di India akan dilakukan oleh militan dalam waktu dekat.
Dalam cuitannya di Twitter, Gajendra Singh Shekhawat pada Selasa mengatakan bahwa angkatan udara “melakukan serangan udara pagi hari ini di kamp-kamp teror di seluruh LoC (wilayah Garis Kontrol) dan benar-benar menghancurkannya.” Garis Kontrol merupakan batas wilayah yang memisahkan pasukan Pakistan dan India di Kashmir.
Pakistan mengatakan sebelumnya bahwa pesawat India menyeberang ke wilayahnya dan menjatuhkan bom “dengan tergesa-gesa” di dekat Balakot, di tepi Kashmir yang dikuasai Pakistan. Dikabarkan tidak ada korban.
Perdana Menteri India Narendra Modi menjadi tuan rumah Komite Kabinet Keamanan pada Selasa. Namun, tidak ada pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan itu, tetapi Menteri Sumber Daya Manusia Prakash Javadekar mengatakan kepada wartawan: “Ini adalah langkah yang diperlukan oleh angkatan udara. Seluruh negara berada di belakang angkatan bersenjata.”
Ketegangan meningkat diantara kedua negara bersenjata nuklir sejak serangan 14 Februari terhadap pasukan India, yang diklaim oleh kelompok militan Jaish-e-Mohammad. serangan itu menjadi paling mematikan sejak pemberontakan Kashmir dimulai pada tahun 1989. Kedua negara mengklaim Kashmir secara keseluruhan dan telah berperang dua kali untuk merebutnya. (dailysabah/bilal)











