MEDIAHARAPAN.COM, Surabaya – Persoalan radikalisme kembali menjadi bahan evaluasi Badan Kesatuan Bangsa Provinsi Jawa Timur (Kesbangpol Jatim) pada penghujung tahun 2017. Drs. Ec. JONATHAN JUDYANTO, MMT menekankan “urgensi wawasan kebangsaan untuk disosialisasikan serta diinternalisasi semua warga Jatim”(22/12/2017).
Temu wicara tematik ini membahas “Aktualisasi Wawasan Kebangsaan dan Melacak Akar Radikalisme”, di hadiri kalangan aktifis kemahasiswaan dan pemuda di surabaya. J. Judianto mengingatkan “semua generasi muda, supaya anak muda memiliki cara pandang yang sama tentang persoalan ke Indonesiaan kita”.
Karman BM / Mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan sekarang Direktur Eksekutif Al-Mentra Institute. “Al Menra telah memetakan tantangan baru bagi pemuda terkait isue Radikalisme Agama dan Politik kedepan”, ungkapnya.
Sebagai Lembaga yang fokus melakukan studi dan kajian bidang isyu agama dan kemasyrakatan. Karman menyampaikan, ” isue terorisme tidak hanya terjadi pada Islam, namun juga terjadi pada agama yang lain. Sementara Radikalisme politik dengan pola anarkisme juga ancaman bagi negara kesatuan republik Indonesia.”
“Menra Institute (MI) melihat bentuk peta baru radikalisme adalah anomali sosial budaya dengan munculnya isue dan gerakan internasioanal LGBT. Negara harus tegas dengan LGBT, karena ia menjadi penyakit di tengah masyarakat”, pungkasnya. (Noer)





