MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Tim kuasa hukum mahasiswa korban kekerasan pada aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019), meminta pertanggungjawaban Presiden Joko Widodo dan DPR terkait jatuhnya sejumlah korban.
Kamil Pasha dari Tim Advokasi Mahasiswa Korban Kekerasan sekaligus kuasa hukum korban bernama Faisal Amir (21 tahun), menegaskan bahwa pertanggungjawaban mereka minta ke Jokowi dan DPR karena dinilai termasuk penyebab terjadinya kekerasan tersebut.
Jokowi dan DPR dinilai tidak pandai menyerap aspirasi warga masyarakat dalam membuat berbagai kebijakan.
“Kami juga turut meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi dan pihak DPR RI sebagai pihak yang turut menjadi penyebab atas kejadian ini, karena ketidakbecusan mereka menyerap aspirasi masyarakat dalam membuat berbagai kebijakan,” kata Kamil dalam keterangannya, Rabu (25/9/2019).
Selain masalah RUU, tim advokasi juga mengkritik kegagalan pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Diantaranya, lanjut Kamil, kegagalan dalam upaya mencegah dan mengatasi kebakaran hutan serta kabut asap, naiknya harga kebutuhan pokok, naiknya iuran BPJS, masalah lapangan kerja, pembungkaman terhadap kritik dan kebebasan berbicara.
“Dan banyak masalah lainnya, (yang) membuat mahasiswa sebagai agent of change, harus turun dalam aksi demonstrasi untuk menyampaikan suara rakyat, yang selanjutnya sama-sama kita ketahui banyak di antaranya yang menderita oleh tindak kekerasan,” jelasnya.
Kamil mengatakan, Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum atas aksi kekerasan yang menimpa Faisal Amir, dan para mahasiswa peserta aksi lainnya.
“Jangan sampai rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo dikenal oleh anak cucu kita dalam buku pelajaran sejarah, sebagai rezim yang membungkam suara mahasiswa dengan kekerasan,” katanya.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa, buruh, dan pelajar menggelar aksi demonstrasi di ibukota dan sejumlah daerah di Indonesia selama beberapa hari sejak awal pekan ini.
Mereka memprotes rencana pengesahan sejumlah Rancangan dan Revisi Undang-Undang, termasuk RUU KPK yang telah disetujui Jokowi dan disahkan DPR menjadi UU. Massa menuntut agar UU KPK hasil direvisi itu dibatalkan.
Kemudian, aksi tersebut berujung ricuh menelan banyak korban, termasuk Faisal yang sempat koma dan hingga saat ini masih dalam pemulihan pasca menjalani operasi di RS Pelni, Petamburan, Jakarta. []






