MEDIAHARAPAN.COM, Makassar – Sejumlah organisasi muslimah di Makassar menggelar Talkshow membangun keluarga tangguh Tolak RUU P-KS. Kegiatan itu dilaksanakan di di Gedung Al-Bayan, Kampus Utama Hidayatullah Makassar, Kompleks BTP Blok M No 26 Kel. Tamalanrea, Makassar.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah komunitas diantaranya Muslimah Center bekerja sama Muslimah Hidayatullah (MUSHIDA), komunitas pencinta keluarga (KIPIK), dan Ummi Community For Lansia Bahagia ( UC4LB).
Sebanyak 100 Orang peserta dari komunitas muslimah, lembaga dan simpatisan muslimah hidayatullah memadati aula lantai gedung Al Bayan.
Dalam Talkshow tersebut menghadirkan dua pembicara nasional muslimah yaitu Dr.Sabriati Azis,M.Pd (ketua jaringan aliansi cinta keluarga Indonesia ) dan Ustadzah Harisa Tipa abidin,S.Pd.I (Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat).
Dalam penjelasannya, Ustadzah Harisa mengatakan bahwa membangun ketahanan keluarga adalah wujud nyata dari keyakinan seorang muslim dalam menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
“Masyarakat Indonesia ke depan bisa dilihat atau diprediksi dengan kondisi keluarga saat ini. Karena institusi keluarga adalah bagian terbesar dalam pembangunan bangsa. Oleh, peraturan perundangan di Indonesia hanya tidak boleh hanya mengatur keluarga secara parsial, sehingga gambaran utuh mengenai ketahanan keluarga tidak muncul sebagai prioritas pembangunan,” ungkap Ustadzah Harisa, Makassar, Selasa, (26/2/2019)
Sementara itu, Dr Sabriati menjelaskan bahwa ada dua tanggung jawab besar para ibu hari ini,yaitu tanggung jawab untuk mencerahkan masyarakat tentang parenting islami dan mengkritisi persoalan-persoalan yang mengancam keluarga.
“Dan, RUU P-KS adalah hal yang perlu untuk disikapi secara tegas,”ujarnya.
Diakhir kegiatan, para peserta talkshow melakukan penandatangan Petisi Tolak RUU P-KS sebagai wujud ketidak setujuan dan sikap nyata dari seluruh peserta yang hadir.(ril/bilal)











