Ulama Besar Turki Kecam Serangan Israel di Al-Aqsha

MEDIAHARAPAN.COM, Ankara – Ulama Besar Turki pada hari Rabu (13/3) mengutuk keras serangan Israel kepada jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet), Syaikh Ali Erbas mengatakan bahwa para penindas sekali lagi melanggar tempat-tempat suci, menunjukkan pengabaian total terhadap kemanusiaan, hati nurani, moralitas, dan hukum internasional.

Penyerangan terhadap jamaah sipil di Al-Aqsha tidak dapat diterima dan masyarakat dari semua latar belakang agama harus bertindak menyikapi kebrutalan ini, tambahnya.

Erbas juga mengulangi dukungan Turki kepada rakyat Palestina.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak bulan Februari, ketika polisi Israel secara sepihak menutup Gerbang Al-Rahmah di kompleks Al-Aqsha, yang terletak berdekatan dengan tembok timur Kota Tua, penutupan itu memicu demonstrasi warga Palestina.

Selama berminggu-minggu sejak itu, otoritas Israel telah melarang sejumlah warga Palestina – termasuk pejabat agama – memasuki kompleks itu, yang bagi umat Islam adalah situs paling suci ketiga di dunia.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (Anadolu/bilal)

Comments

comments