MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Tanah Datar Luhak Nan Tuo pusat kebudayaan, pusat adat, pusat kesenian dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Sumatera Barat. Wajar jika Pestival Pesona Minangkabau itu adanya di Kabupaten Tanah Datar.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abid, ketika menutup secara resmi Festival Pesona Minangkabau tahun 2019 dilapangan Cindua Mato Batusangkar, Minggu malam (08/12).
“Kami selaku Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beri apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada Pemkab. Tanah Datar, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mana ketua pelaksana event ini Sekretaris Daerah, Forkopimda yang telah saling membahu dan seluruh panitia dan unsur terkait lainnya yang telah menggelar dan menyukseskan perhelatan akbar ini,” ucapnya.
Nasrul Abid juga tegaskan jika Festival Pesona Minangkabau ini tidak hanya kalender event Dinas Pariwisata dan Olah Raga Tanah Datar semata namun sudah menjadi kalender event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Pada event ini banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan bahkah pecahkan rekor MURI permainan alat musik talempong pacik yang hampir mencapai 2000 orang. Tidak hanya itu bahkan sudah yang ketiga dari empat kali pelaksanaan event. Pada tahun 2017 rekor MURI arakan jamba sebanyak 1.111 jamba, di tahun 2018 minum kawa daun dengan tempurung (batok) kelapa sebanyak 4000 tempurung,” ulas Nasrul Abid.
Dikatakanya, jika festival ini adalah upaya untuk menggaet wisatawan atau orang-orang dari luar daerah maupun negara tetangga untuk datang menyaksikan budaya dan keunikan daerah, sehingga juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu Wakil Bupati H. Zuldafri Darma, SH mengatakan jika kegiatan event yang melibatkan 75 nagari dan berbagai daerah tetangga bahkan keikutsertaan negara lain ini menonjolkan ragam budaya, seni, atraksi bahkan spesisik daerah masing-masing.
“Event Festival Pesona Minangkabau merupakan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan nilai-nilai budaya maupun tradisi leluhur kita. Ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi penerus, “ucapnya.
Zuldafri juga katakan jika event tersebut di samping menanamkan ragam nilai-nilai budaya dan kesenian juga sebagai hiburan rakyat, ajang promosi berbagai produk lokal, karena setiap daerah memiliki produk unggulan yang berbeda-beda.
“Secara ekonomi event ini juga berdampak, karena banyaknya kuliner-kuliner khas dan spesifik yang bermunculan dan pengunjung yang datang pun bisa menikmati kuliner ini maupun juga sebagai oleh-oleh, “sampai nya.
Sebelumnya ketua pelaksana Sekretaris Daerah Irwandi Dt. Maruhun Sati menyebutkan bahwa Festival Pesona Minangkabau sudah masuk 100 calender of event wonderful Indonesia.
“Pada tahun ini Festival Pesona Minangkabau memiliki 16 kegiatan yaitu pawai budaya, arakan jamba, makan bajamba, rekor MURI talempong pacik, Pagaruyung exspo, pagelaran seni spesifik Minangkabau, pagelaran seni budaya melayu, festival matrilineal, pameran foto pesona Minangkabau, kampung kopi, dialog budaya, pacu jawi, pasar vander capellen, Tanah Datar visit award, pemilihan media tradisional dan hiburan artis Minangkabau,” ulasnya.
Irwandi juga sebutkan festival yang berlangsung 5 hari itu diikuti negara tetangga Malaysia, Kabupaten Kepahiangan Provinsi Bengkulu, Dumai dan Kabupaten Kota se-Provinsi Sumatera Barat.
“Selama festival berlangsung walau diguyur hujan namun antusias pengunjung tak sùrut, hampir 12 ribu pengunjung selama festival berlangsung,” ucapnya.
Pada malam penutupan tersebut juga dimeriahkan penampilan atraksi seni dan hiburan artis Minangkabau Nanda Silvia atau Upiak Isil. (Irfan F)











