MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Pasca Lebaran dan libur panjang selolah Jakarta kembali bergrliat. Fenomena kemacetan dan kependudukan terkait kaum urban menjadi problematika Ibukota. Sebagai ibukota negara, Jakarta tetap menjadi magnet penduduk dari daerah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Pembina Metropolitan Sosial Center (MSC) Kemal Sofyan menekankan “Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, terbuka bagi siapa saja dalam mencari peruntungan atau meraih kesuksesan”.
Kemal menyatakan kajian MSC menunjukan peningkatan mobilisasi transportasi dan penduduk di jakarta pasca lebaran sangat signifikan.
Kemal memaparkan bahwa “tingginya mobilisasi transportasi dan penduduk ke Ibukota terjadi karna faktor penunjang kemajuan infrastruktur yang terkoneksi dengan Jakarta”. Keberadaan jalan tol yang sudah hampir terkoneksi dengan beberapa daerah serta pembngunan rel dan pelayanan kereta api semakin memudahkan proses migrasi penduduk ke Jakarta, ungkap penasehat MSC.
Dampak ikutan terhadap tingginya pendatang baru adalah persoalan sosial, Kemal berharap tidak ada diskriminasi oleh Pemda DKI khususnya Dukcapil bagi pendatang baru pasca lebaran tahun ini, bagi pendatang yang taat prosedur seperti memiliki dokumen kependudukan yg lengkap.
Namun demikian, kemal yang juga seorang pengusaha muda ini berharap para pendatang baru yang akan mengadu nasib di Jakarta memiliki keahlian khusus, tidak hanya bermodalkan semangat semata, pungkasnya. (Neo)





