MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Para kaum perempuan dari berbagai profesi, yang diantaranya berprofesi sebagai dokter bergabung dalam Relawan Srikandi Anies- Sandi (Srikandi ASA), bersama relawan Roemah DJoeang mereka menggelar aksi peduli gizi anak dan kesehatan warga Jakarta kurang mampu.
Perempuan relawan Srikandi ASA ini menggelar bhakti sosial peduli gizi anak dan kesehatan orang tua di daerah Kapuk Muara dan Rawa Bebek Penjaringan Jakarta Utara, Minggu (5/3/2017).
Nampak antusiasme warga kurang mampu di wilayah ini mengantri untuk mengecek kesehatan dan pengobatan gratis yang di selenggarakannya.
Kordinator Relawan Srikandi ASA Dr.Felicitas Tallulembang saat ditemui di lokasi bhakti sosial mengatakan kondisi kesehatan warga Penjaringan sangat memprihatinkan khususnya kalangan anak akibat lingkungan dan air yang tidak layak diwilayah ini.
“Warga Kapuk Muara dan Rawa Bebek Penjaringan sangat memprihatinkan kondisi kesehatannya, anak anak kulitnya banyak bintik-bintik dan borokan, ini pengaruh air yang tidak layak, para orang tuanya banyak yang deman, ini imbas dari banjir yang meluap tercampur air dalam kamar mandi” Ungkap dokter cantik ini kepada mediaharapan.com dilokasi bhakti sosial, Minggu (5/3/2017).
Para srikandi yang datang membantu dokter melayani masyarakat yang memeriksakan kesehatannya, mereka tampak sibuk dan cekatan. tanpa rasa sungkan mereka terus melayani masyarakat dengan profesional meski tempat pengobatan hanya sederhana dan alakadarnya.
“BPJS yang di keluarkan pemerintah preminya sangat mahal, kalau di hitung seharusnya pemerintah cukup 10 ribu sampai 30 ribu, jadi warga pun akan rajin membayar dan menggunakannya, pemerintah pun harus membuat posko kesehatan disetiap RW agar warga terkontrol kesehatannya” ungkap dr. Felicitas
Melihat realita kesehatan warga penjaringan, Relawan Roemah Djoeang yang diwakili oleh Athea Sarastiani dan Idam Khalid mengatakan seharusnya pemerintah provinsi DKI Jakarta lebih memperhatikan dan mencari solusi agar kesehatan masyarakat terjamin.
“Rumah kumuh seperti ini seharusnya pemprov DKI lebih memperhatikannya dan mencari solusi agar pemukiman tertata dan warga terjamin kesehatannya” kata Koordinator Relawan Rumah Djoeang Athea Saratiani yang membawa Tim medis dan mengerahkan 20 Relawan dalam kegiatan ini.
“Bila Anies- Sandi menjadi pemimpin Jakarta insyallah mereka akan terjamin kesehatannya” Ungkap Korwil Roemah DJoeang Jakarta Utata, Idam Khalid.
Dalam Acara Baksos itu, Mhita Uteq Hikmahyudi yang merupakan Perwakilan Srikandi juga menjelaskan kepada warga yang mengantri bahwa Program program KJP tidak akan dihapus jika pasangan Anies-Sandi menang dan menjadi gubernur DKI Jakarta.
“Saudaraku semua KJP tidak di hapus, kalau Anies Sandi menang justu ada plusnya yang gak sekolah pun dapat, bahkan sampai umur 21, yang sekolah di jamin KJP” jelas Mhita yang disambut sorak dan tepuk tangan warga yg selesai diperiksa dokter relawan anies sandi dari Roemah Djoeang.(Bams)













