50 Persen Anak Muda Apatis Politik

MEDIAHARAPAN.COM, Tangerang Selatan – Anak muda harus terlibat aktif dalam momentum politik, terutama Pilpres 2019. Hal itu dikatakan, Ketua Panitia deklarasi relawan Jokowi Untuk Rakyat Milenial (Journal) Fitra Aditya di Insomniak Cafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (22/9) malam.

“Kegiatan ini berangkat dari keresahan teman-teman yang melihat anak muda sangat apatis terhadap politik. Padahal jumlah kita hampir 50 persen. Sehingga penting untuk legitimasi pemerintah. Saatnya kita harus terlibat untuk turun bersama. Bapak Jokowi telah memberi kita ruang untuk berekspresi,” kata Fitra.

Acara tersebut juga terlaksana atas inisiasi pemuda-pemudi Milenial Jabodetabek. Mereka menggelar kegiatan diskusi publik tentang lima tahun pemerintahan Jokowi di mata anak muda dilanjutkan dengan deklarasi.

“Pak Jokowi merupakan simbol kerja nyata dan pro generasi muda. Dari Pak Jokowi kita bisa belajar untuk membangun Indonesia kita hanya perlu aksi bukan terjebak pada narasi-narasi,” kata Deklarator Journal, Rizqie Guntur Pahlawan.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan Satria Pinandita Dinno Munfaizin Imamah mengatakan, generasi millennials adalah generasi yang mampu memanfaatkan kesempatan zaman. Menurutnya, generasi millennials jangan menjadi generasi yang merasa terbebani dalam menghadapi zaman.

“Justru sebaliknya, harus mampu memanfaatkan kesempatan zaman,” tegasnya.

Sedangkan pembicara kedua di acara itu, Labib Syarief lebih fokus memaparkan peran Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi di mata Internasional. Sebagaimana Jokowi sempat dikatakan anti Islam ketika Indonesia berdiri di garda paling depan untuk mengecam klaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Usaha tersebut membuktikan bahwa Jokowi berkomitmen terhadap Islam dan nasionalisme,” demikian Labib. (Cecep Gorbachev)

Comments

comments