• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Megapolitan

Pengaruh Suara Pemilih Perempuan Di Pilgub DKI Jakarta

by Bambang Somantri
5 March 2017 06:22
in Megapolitan
0
Pengaruh Suara Pemilih Perempuan Di Pilgub DKI Jakarta
0
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM.Jakarta-Divisi Pendidikan Politik KIPP Indonesia, Nayla Indah, mengatakan, pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran pertama, jumlah pemilih secara keseluruhan menurut data KPU berjumlah 7.218.244 jiwa, dan pengguna hak pilih sejumlah 5.563.207 jiwa.

Sementara jumlah pemilih perempuan, melebihi jumlah pemilih laki-laki, jumlah pemilih perempuan berjumlah 3.511.216 jiwa, sedangkan jumlah pemilih laki-laki berjumlah 3.506.462 jiwa.

Indah menyampaikan, bahwa pengguna hak pilih perempuan lebih banyak dibanding pemilih laki-laki, yakni 2.757.449 jiwa, sementara jumlah pengguna hak pilih laki-laki berjumlah 2.600.143 jiwa. Sehingga terdapat kelebihan selisih pemilih perempuan sebesar 157.306 jiwa.

“Artinya pemilih perempuan dalam konteks Pilkada DKI 2017, sangat menentukkan kemenangan peraihan atau perolehan suara paslon,” kata Indah kepada wartawan, Sabtu (4/3/2017) malam.

Dia menyebutkan, paslon yang bisa merebut hati kaum hawa dalam pertarungan politik di Pilkada DKI Jakarta, dapat dikatakan sudah mengantongi separuh kemenangan.

Pada 29 November 2016 lalu, Charta Politika mengeluarkan hasil surveinya terhadap tiga pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Hasilnya sebnyak 32,3 persen perempuan cenderung memilih Agus-Sylvi dan ada 30,2 persen pria memilih Ahok-Djarot. Agus-Sylvi unggul pada kategori usia 30-39 tahun, Ahok-Djarot kategori usia 20-29 tahun, dan Anies-Sandiaga unggul pada kategori pemilih pemula dan rentang usia 40-49 tahun dan 50 tahun ke atas. Mereka yang memilih Agus-Sylvi rata-rata menilai pasangan nomor urut 1 itu sosok yang tegas, tampan, dan berwibawa.

Untuk itu, pada putaran kedua peIlkada DKI Jakarta 2017 ini, kedua paslon yang akan bertarung harus merebut suara pemilih, khususnya kaum hawa.

Lantas bagaimana para paslon bisa merebut hati pemilih perempuan dalam Pilkada DKI, diantaranya.

“Pertama, mendorong partisipasi politik pemilih perempuan. Menurut Cocky, partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mereka yang,” jelasnya.

Menurutnya, mengambil bagian dalam prosesi pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijaksanaan umum.

Selain itu, untuk mewujudkan partisipasi murni, masyarakat harus lengkap dan cukup menerima pesan-pesan komunikasi (transformasi nilai-nilai) dan informasi tentang langkah kebijaksanaan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Untuk itu, kandidat paslon harus rajin mengkomunikasikan program-programnya, khususnya terkait dengan kebutuhan-kebutuhan kaum perempuan.

Kemudian misalnya, sosialisasi bagi pemilih perempuan tentang keberhasilan perjuangan kaum perempuan yang didukung program paslon di bidang hukum, sosial dan politik, dalam skala nasional mau pun internasional.

“Yang pada intinya mengokohkan prevensi penindasan, proteksi dan peningkatan aksesibilitas ke ruang publik, bagi perempuan, bukan batas perjuangan kesetaraan gender,” ujarnya.

Sementara itu, yang kedua, memaksimalkan agen-agen sosialisasi politik. Agen sosialisasi politik dalam hal ini adalah,
Pertama adalah Keluarga, kedua, Sekolah ,keriga, Kelompok pergaulan,I kemudian keempat, Kelompok Kerja.

Selanjutnya, kelima adalah Kelompok agama, keenam. Kelompok-kelompok senggang, ketujuh adalah Media massa,
Delapan, situs jaringan sosial (Facebook, Twitter, dll),
Serta kesembilan, kontak-kontak politkl langsung. Agen-agen sosialisasi politik ini dibentuk baik oleh relawan, kader-kader parpol pengusung, dan ormas pengusung, untuk mensosialisasikan sosok paslon beserta program-programnya di basis-basis pemilih perempuan yang memberikan suara kepada pasangan calon Agus-Sylvi.

Ketiga, memahami budaya politik di suatu daerah. Menurut Alan R. Ball, budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri atas sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik. (Bams)

Comments

comments

Previous Post

Sebar Relawan ke Lokasi Bencana, PMI Sumbar Buka Rekening Peduli Sumbar

Next Post

KPUD DKI Konsen Sempurnakan DPT Pilkada Putaran Kedua

Bambang Somantri

Next Post

KPUD DKI Konsen Sempurnakan DPT Pilkada Putaran Kedua

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia