• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

ACT: Bantuan Uighur adalah Ranah Kemanusiaan

Perjuangan membela Uighur butuh keterlibatan banyak pihak.

by Bilal
21 December 2019 08:15
in Featured, Nasional, Peristiwa
0
ACT: Bantuan Uighur adalah Ranah Kemanusiaan
0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berpandangan, persoalan Muslim Uighur harus turut diperjuangkan karena menyangkut masalah kemanusiaan. Sementara perjuangan kemanusiaan sifatnya ‘never ending‘ alias tak akan pernah berakhir.

“Kita bersyukur karena Indonesia adalah negara humanis. Mau tidak mau Indonesia harus menjadi pelopor dunia dalam konteks kemanusiaan,” ungkap Senior Vice President Global Humanity and Philanthopy ACT-GIP, Syuhelmaidi Syukur, dalam diskusi tentang pelanggaran HAM terhadap Uighur yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Jakarta, Jumat sore (20/12/2019).

Perjuangan membela Uighur, lanjut Syuhel, selain membutuhkan keterlibatan berbagai pihak juga tidak boleh berhenti menyuarakannya.

Karena itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan terus terlibat dalam aksi kemanusiaan membantu Uighur. Ini sesuai dengan prinsip yang dipegang ACT, menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.

“Padahal Uighur itu bukan lagi satu tetapi satu juta (yang ditahan). Kita layak terlibat secara kemanusiaan,” tegasnya.

Syuhelmeidi menambahkan, perjuangan membela Uighur juga masih challenging, butuh keterlibatan banyak pihak, termasuk Indonesia. Karena Indonesia negara besar dengan penduduk mayoritas Muslim dan dihormati. “Jadi kita tidak boleh berhenti memperjuangkan Uighur,” katanya.

ACT sendiri, ungkap Syuhel, belum pernah turun langsung ke Xinjiang karena tidak dapat akses untuk masuk ke sana. Saat ini ACT hanya memfokuskan diri membantu pengungsi Uighur yang tersebar di kamp-kamp di sejumlah negara.

“Kondisi pengungsi Uighur memang tidak separah seperti Rohingya. Tapi kebanyakan adalah anak yatim yang orang tuanya tidak diketahui orangnya. Entah hilang atau sudah mati, mereka butuh perhatian,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Syuhel juga menjawab tuduhan-tuduhan ngawur pihak luar terhadap ACT. Seperti dikaitkan dengan aktivitas terorisme.

“Hoaks. Isu itu mendompleng yang ada saja. Kita harus berhati-hati dan berbasis data. Isu itu hanya isapan jempol. Kami siap diskusi dengan siapapun yang membuat isu itu,” pungkasnya. []

Comments

comments

Tags: Aksi Cepat TanggapPelanggaran HAMSolidaritas UighurTurkistan TimurUighurXinjiang
Previous Post

Amnesty: Perlu Bentuk Tim Investigasi Independen Internasional ke Xinjiang

Next Post

Mardani: Bela Uighur, Pemerintah Jangan Takut China

Bilal

Next Post
Mardani: Bela Uighur, Pemerintah Jangan Takut China

Mardani: Bela Uighur, Pemerintah Jangan Takut China

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia