MEDIAHARAPAN.COM, Papua – Demonstrasi yang berlangsung di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin, berlangsung anarkis.
Kapolres Jayawijaya AKBP Toni Ananda ketika dihubungi dari Jayapura mengatakan, situasi keamanan saat ini belum terkendali.
“Sabar Mbak masih chaos,” ujar Toni sambil mematikan saluran telekomunikasinya, seperti dilansir Antara.
Dari data yang dihimpun terungkap
Aksi unjuk rasa siswa berujung ricuh itu diduga dipicu oleh perkataan rasial seorang guru terhadap siswanya Demonstran bersikap anarkis.
Sejumlah bangunan dibakar dan dirusak para pendemo hingga menyebabkan otoritas Bandara Wamena menutup operasional bandara sejak pukul 10.30 WIT.
Aparat kepolisian dan TNI berusaha membubarkan demonstran. []






