MEDIAHARAPAN.COM, Jambi – Pemandangan di 2 Kecamatan Kumpe Ulu dan Kumpe Ilir, Muarojambi tampak begitu mencekam, suasana langit memerah dan gelap akibat bencana Kabut asap.
Kondisi cuaca tengah hari tampak bagaikan malam hari dengan alam yang semakin dipenuhi dengan asap kabut, hal ini tentu membuat warga 2 Kecamatan ini semakin menjerit karena sesak nafas terus menghirup kabut asap.
“Ini adalah kondisi tengah hari selepas shokat Dzuhur, langit memerah cuaca bagaikan malam hari,”ujar Rino masyarakat Desa Pulau Mentaro seperti dilansir jambiupdate.co.
Lebih lanjut, keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Kumpeh lainnya yang meminta bantuan pemerintah agar dapat cepat mengatasi masalah ini.
“Kami sekarang semakin sulit bernafas, keluar rumah takut, didalam rumah siang hari kami harus menghidupkan lampu agar dapat melihat keadaan kalau tidak ada lampu mungkin sudah gelap gulita,”imbuh Romi.
Kondisi ini menjadi viral di jagat media sosial, dimana halaman Media sosial dipenuhi dengan kondisi Kumpe yang terbilang menyeramkan dan empati kepada masyarakat di Kumpeh.
Namun sayang, tak dapat diketahui secara pasti berapa kondisi ISPU di lokasi ini karena tak ada alat pengukur ISPU di wilayah Kumpe Ulu maupun Ilir.
“Iya memang kondisi asap cukup parah hari ini (21/9) kabut tampak semakin tebal dan cuaca memerah, memang ada lahan yang masih terbakar saat ini dan belum mampu dikendalikan karena keterbatasan sarana air,”ujar Zakir Kepala BPBD Muarojambi saat dikonfirmasi harian ini.
Saat ini, tim Satgas Karhutla dilapangan kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api, dimana kanal disekitar lahan telah mengering sehingga tidak mampu memadamkan api.
“Kami kesulitan mencari sumber air, jadi tak dapat melakukan upaya pemadaman api, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin demi masyarakat,”imbuh Zakir. []






