MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Makan ikan sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan otak, serta dapat mencegah stunting. Ikan sebagai sumber protein banyak mengandung omega tiga dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama bagi anak dalam masa pertumbuhan.
Mengolah ikan kalau dimasak seperti digoreng dan digulai terkadang membosankan namun jika diolah dengan berbagai jenis makanan olahan akan menjadi lebih menarik bahkan bisa tahan lama.
Graha Pratama Fish, Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang dikenal sebagai Kampung Patin tersebut mengolah berbagai makanan yang berbahan dasar ikan patin, kenapa ikan patin?.
Daerah Riau memang dikenal sebagai penghasil ikan patin segar terutama di Desa Koto Masjid ini. Budi daya ikan patin sangat baik di daerah Riau karena suhu udara yang terbilang cukup panas ini sangat baik untuk perkembangan ikan patin.
Pak Suhaimi pengusaha ikan patin di desa tersebut, Rabu (24/12) pada rombongan study komperatif TP-PKK dan Darma Wanita (DW) Tanah Datar yang belajar ketempat usaha pengolahan ikan miliknya menceritakan, saat ini kebutuhan ikan patin di Provinsi Riau cukup tinggi.
“Dari awal saya membuka usaha budidaya ikan patin ini sejak tahun 2002, untuk menjual 200 kg sehari saja sangat sulit, namun untuk saat ini kebutuhan mencapai 15 ton sehari, bahkan sampai ikan patin ini tidak ada dipasaran, cerita pak Suhaimi.
Kepada rombongan yang dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah didampingi isteri Sekda ini pak Suhaimi sampaikan rasa syukur atas kunjungan dan puji keaktifan TPPKK Tanah Datar beserta kader yang aktif dan mau belajar mengolah ikan patin.
“Ikan patin dipasaran termasuk ikan dengan harga yang murah, kami menjualnya kalau dikolam dengan harga Rp.15.500 per kg, sementara dipasaran sekitar Rp.18.000,- per kg,” ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan usahanya pak Suhaimi membudidayakan ikan patin sendiri mulai dari pembibitan (pembenihan) dan pembuatan pakan atau pelet sehingga biayanya lebih murah.
Dari usaha budidaya ikan dan menjual ikan segar, kemudian pak Suhaimi punya pemikiran untuk mengembangkan menjadi usaha pengolahan ikan pada tahun 2006.
Ada 14 jenis usaha ikan patin olahan yang dikembangkan pak Suhaimi, olahan ikan basa (beku) dan olahan ikan kering.
“Untuk olahan ikan beku kita ada nagget patin, batagor (bakso tahu goreng) ikan, siomay ikan, fillege ikan 4 jenis, ikan patin belah segar yang dibekukan. Untuk olahan ikan kering, ada abon ikan, kerupuk kulit ikan, kerupuk patil (ekor ikan), tepung tulang kepala ikan patin dan ikan patin asap yang dikerjakan sebanyak 14 orang karyawan pengasap,” ucapnya.
Untuk kebutuhan bahan baku pak Suhaimi membutuhkan ikan patin segar sebanyak 12 ton sehari, untuk 4 sampai 5 kali satu pekan, 240 ton satu bulan. Untuk mencukupi kebutuhan ini Ia juga memperoleh ikan patin dari petani pembudi daya di daerahnya.
Luas lahan kolam ikan di daerah pak Suhaimi mencapai 140 ha, karena pada umumnya masyarakat memiliki kolam ikan, dengan 30 unit pabrik pakan ikan.
Pak Suhaimi puji TPPKK dan DW Tanah Datar yang datang untuk belajar bagaimana cara mongolah ikan, sementara dirinya sendiri sampai belajar ke pulau Jawa dengan biaya sendiri.
“Sangat bersyukur Ibu-Ibuk, karena Ketua PKKnya sangat perhatian dan peduli dengan pentingnya makan ikan bagi masyarakat, Ibuk Bupatinya luar biasa,” ucap pak Suhaimi.
Sementara itu ketua TPPKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan dalam rangka belajar bagaimana cara mengolah ikan ke dalam berbagai bentuk menu makanan yang menarik dan tahan lama.
“Kami bersama rombongan datang kesini untuk belajar bagaimana cara mengolah ikan terutama ikan patin, dan semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi kami nanti di Tanah Datar,” ucapnya.
Menurut Ny. Emi Irdinansyah usaha yang dirintis pak Suhaimi mulai dari pembibitan hingga proses pengolahan menjadi berbagai product yang butuh waktu dan proses itu, tentu tidak mudah. Dari itu Ia berharap pengalaman yang didapat rombongan dapat diterapkan di Tanah Datar.
Ny. Emi Irdinansyah selaku Ketua TPPKK dan ketua Himpaudi Tanah Datar juga selalu mensosialisasikan pentingnya makan ikan, karena dengan mengkonsumsi ikan akan dapat meningkatkan kecerdasan otak, mencegah stunting, mencukupi kebutuhan gizi dan sangat baik untuk kesehatan. (Irfan F)






